Inflasi Pekanbaru Tembus 5,21 Persen, Pemko Ungkap Penyebabnya!

Rabu, 11 Maret 2026

Foto Istimewa

Wadahnews.com- Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, mengatakan perbedaan kebijakan tarif listrik antara 2025 dan 2026 turut memengaruhi tingkat inflasi di daerah tersebut.

“Pada Februari 2025 pemerintah memberikan potongan tarif listrik sebesar 50 persen, sementara pada Februari 2026 tarif listrik kembali diberlakukan secara normal. Hal ini ikut memengaruhi inflasi di Kota Pekanbaru,” kata Ingot saat mengikuti High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau di Balai Serindit Gedung Daerah, Rabu (11/3/2026).

Selain itu, kenaikan harga sejumlah komoditas juga memberikan kontribusi terhadap inflasi pada Februari lalu.

Meski demikian, Pemko Pekanbaru mencatat adanya tren penurunan harga pada beberapa komoditas pangan pada awal Maret 2026.

“Berdasarkan pemantauan di tujuh pasar, harga sejumlah bahan pokok mulai mengalami penurunan. Salah satunya cabai merah asal Bukittinggi,” ujar Ingot.

Ia menjelaskan, pada Januari 2026 harga rata-rata cabai merah berada di kisaran Rp52.050 per kilogram. Harga tersebut meningkat pada Februari menjadi sekitar Rp58.865 per kilogram, namun kembali turun pada dua pekan pertama Maret menjadi rata-rata Rp49.314 per kilogram.

“Artinya harga cabai merah pada Maret ini sudah lebih rendah dibandingkan Januari,” katanya.

Pemko Pekanbaru berharap tren penurunan harga tersebut dapat terus berlanjut. Untuk menjaga stabilitas harga, pengawasan pasar terus dilakukan bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polresta Pekanbaru guna mencegah pelanggaran maupun kecurangan dalam distribusi komoditas.

Ia menambahkan, jika kondisi harga tetap stabil, pihaknya optimistis tingkat inflasi pada Maret dapat menurun dan menjadi lebih terkendali.

Meski demikian, secara tahunan atau year on year (yoy) tingkat inflasi di Kota Pekanbaru masih tergolong tinggi, yakni mencapai 5,21 persen. Pemko Pekanbaru terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.*****