Cuaca Ekstrem di Pekanbaru Makan Korban, BPBD: Jangan Paksa Melintas Saat Banjir

Senin, 13 April 2026

Foto: Kalaksa BPBD Pekanbaru, Iwa Gemino

Wadahnews.com- Cuaca ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir tidak hanya menimbulkan genangan banjir, tetapi juga memakan korban jiwa.

Perubahan cuaca yang tidak menentu—dari terik di siang hari menjadi hujan deras disertai petir pada sore hingga malam—menjadi ancaman serius bagi warga, terutama pengguna jalan.

Tragedi pun terjadi. Seorang pria bernama Aryadi Garsidi meninggal dunia setelah terseret arus parit yang meluap saat hujan deras mengguyur kota, Jumat (10/4/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Iwa Gemino, menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi cuaca.

“Kami turut berduka cita. Ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih berhati-hati, terutama saat hujan deras di malam hari,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menegaskan, pengendara—khususnya roda dua—tidak disarankan memaksakan diri melintas di tengah hujan lebat, terlebih jika disertai genangan banjir.

Menurutnya, genangan air sering kali menutupi batas antara badan jalan dan parit, sehingga sangat berbahaya dan bisa berujung fatal.

“Dalam kondisi tergenang, pengendara tidak bisa membedakan jalan dengan parit. Risiko terseret arus sangat tinggi,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tetap melintas di tengah genangan air yang cukup tinggi saat hujan deras. Ia diduga tidak menyadari batas jalan hingga akhirnya terseret arus ke dalam parit di Jalan Garuda.

Tim gabungan yang melakukan pencarian akhirnya menemukan korban pada Sabtu siang dalam kondisi meninggal dunia.

Diketahui, korban merupakan warga Palembang yang bekerja di Pekanbaru dan tinggal di Perumahan Merak, Jalan Merak. Jenazahnya telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.

BPBD pun mengingatkan masyarakat untuk tidak mengambil risiko saat kondisi cuaca memburuk. Jika hujan deras disertai petir terjadi, warga diminta menunda aktivitas di luar rumah, terutama melintas di jalan yang tergenang.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kejadian kebencanaan melalui layanan darurat Pekanbaru Aman di nomor 112.

“Kami harap kejadian ini tidak terulang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tutup Iwa.*****