
Foto: Plh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin
Wadahnews.com– Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengambil langkah serius untuk menekan angka kebakaran yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 80 persen kasus kebakaran bangunan di Kota Bertuah dipicu oleh korsleting atau arus pendek listrik.
Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus Pemko Pekanbaru, terlebih jumlah kejadian kebakaran tahun 2026 mengalami peningkatan sekitar 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pelaksana Harian (Plh) Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan tingginya angka kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak layak menjadi alasan pemerintah melakukan langkah mitigasi sejak dini.
"Karena itu, kami perlu mengambil langkah mitigasi sejak dini agar risiko kebakaran dapat ditekan," ujar Zulhelmi Arifin.
Menurut pria yang akrab disapa Ami tersebut, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program perbaikan instalasi listrik gratis bagi warga kurang mampu. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan PLN dan menjadi bagian dari komitmen Pemko dalam melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran.
Ia menjelaskan, sasaran utama program tersebut adalah kawasan permukiman padat penduduk yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi. Selain kondisi rumah yang berdempetan, banyak kawasan yang memiliki akses jalan sempit sehingga menyulitkan mobil pemadam kebakaran menjangkau lokasi saat terjadi kebakaran.
"Jika kebakaran terjadi di kawasan seperti ini, risiko penyebarannya sangat tinggi karena akses mobil pemadam kebakaran terbatas," jelasnya.
Karena itu, Pemko Pekanbaru memilih memperkuat upaya pencegahan dengan memperbaiki instalasi listrik yang berpotensi memicu kebakaran sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.
"Oleh sebab itu, kami melakukan mitigasi dengan memperbaiki instalasi listrik yang berpotensi menimbulkan kebakaran," tambah Ami.
Pada tahun 2026, Pemko Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho menargetkan perbaikan instalasi listrik gratis di 2.500 rumah warga kurang mampu. Program tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko kebakaran sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat.
Sebagai tahap awal, sebanyak 100 rumah menjadi sasaran perbaikan yang mulai dilaksanakan pada awal Juni 2026. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai dalam bulan ini sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan warga.
"Seluruh pekerjaan tahap awal ini diharapkan dapat rampung dalam bulan ini," katanya.
Program perbaikan instalasi listrik gratis tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru. Melalui program ini, Pemko tidak hanya membantu masyarakat memperoleh instalasi listrik yang lebih aman, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan kebakaran yang selama ini menjadi ancaman di sejumlah kawasan permukiman padat penduduk.***