Lewat Eco-Owly, DLHK Pekanbaru Ingin Gerakan Pilah Sampah Menyebar ke Seluruh Sekolah

Kamis, 18 Juni 2026

Foto: Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra,

Wadahnews.com– Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru berharap gerakan pemilahan sampah di lingkungan sekolah dapat semakin meluas. Harapan tersebut mengemuka seiring diluncurkannya program Eco-Owly oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru, yang dinilai menjadi langkah positif dalam membangun budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar.

Program Eco-Owly resmi diluncurkan pada Rabu (17/6/2026) dengan mengusung maskot Burung Hantu sebagai simbol gerakan pengelolaan dan pemilahan sampah nonorganik di lingkungan sekolah.

Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan MAN 2 Pekanbaru. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

"Ini merupakan terobosan MAN 2 Pekanbaru dalam pengelolaan dan pemilahan sampah nonorganik. Tentu kita berharap tidak hanya MAN 2 saja, tetapi sekolah-sekolah lain di Kota Pekanbaru juga dapat menerapkan hal serupa," ujar Reza, Kamis (18/6/2026).

Melalui program Eco-Owly, para siswa diajak untuk memilah dan mengumpulkan sampah nonorganik, seperti botol plastik bekas, ke dalam wadah khusus yang didesain menarik dengan gambar Burung Hantu. Kehadiran maskot tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran siswa untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.

Menurut Reza, pembiasaan memilah sampah sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Selain menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, program ini juga diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Tak hanya itu, MAN 2 Pekanbaru juga berencana membentuk bank sampah yang nantinya berada di bawah pembinaan DLHK Kota Pekanbaru. Keberadaan bank sampah tersebut diharapkan dapat memberikan nilai manfaat dan nilai ekonomi dari sampah nonorganik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

"Mereka juga akan membuat bank sampah dan nantinya berada di bawah naungan DLHK Kota Pekanbaru. Ini tentu sejalan dengan upaya kita untuk mengurangi sampah yang dibuang ke TPA," tutup Reza.

DLHK Kota Pekanbaru berharap kehadiran Eco-Owly dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, sehingga gerakan pilah sampah dapat tumbuh menjadi budaya bersama di lingkungan pendidikan. ***