
Wadahnews.com– Kabar baik bagi calon peserta didik yang belum berhasil lolos Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Pekanbaru. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali membuka kesempatan dengan menyediakan 2.730 kursi gratis di 35 SMP Negeri yang kuotanya masih belum terpenuhi.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada satu pun anak di Kota Pekanbaru yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena belum diterima pada tahap awal SPMB.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa seluruh anak di Pekanbaru harus tetap mendapatkan akses pendidikan.
"Masih ada sekolah yang kuotanya belum terisi penuh. Ini kami buka kembali untuk memenuhi kuota yang masih tersedia," ujar Agung, Rabu (1/7/2026).
Ia mengimbau para orang tua dan calon siswa yang belum diterima agar segera mendatangi Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru atau langsung ke sekolah yang masih memiliki kuota untuk mengambil formulir pendaftaran.
Agung juga memberi peringatan keras kepada masyarakat agar tidak percaya jika ada oknum yang menawarkan kursi sekolah dengan meminta sejumlah uang. Menurutnya, seluruh proses penerimaan tambahan ini tidak dipungut biaya.
"Ini gratis. Kami tidak ingin ada yang memanfaatkan situasi dengan menjual kuota atau meminta imbalan. Yang kami pikirkan adalah bagaimana seluruh anak Pekanbaru tetap bisa bersekolah," tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, menyebutkan hingga saat ini masih tersedia 2.730 kursi yang tersebar di 35 SMP Negeri.
Sekolah yang masih membuka penerimaan peserta didik baru di antaranya SMP Negeri 2, 5, 7, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 18, 19, 20, 21, 22, 24, 25, 27, 28, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 40, 43, 44, 45, 47, 48, 49, dan SMP Negeri 51 Pekanbaru.
Pemko Pekanbaru berharap kesempatan kedua ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan zero anak putus sekolah, sehingga setiap anak di Kota Pekanbaru tetap memperoleh hak yang sama untuk mengenyam pendidikan tanpa terkendala biaya maupun keterbatasan kuota.***