Jangan Biarkan Sejarah Hilang! Dispusip Pekanbaru Ajak OPD Serahkan Arsip ke LKD

Senin, 06 Juli 2026

Wadahnews.com– Dokumen pemerintahan bukan sekadar tumpukan berkas. Di dalamnya tersimpan jejak sejarah, bukti perjalanan pembangunan, hingga memori kolektif sebuah daerah. Karena itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Pekanbaru mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyerahkan arsip statis ke Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) agar tetap aman dan lestari.

Kepala Dispusip Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, mengatakan LKD memiliki peran strategis sebagai tempat penyimpanan arsip statis dan dokumen bernilai sejarah milik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Melalui pengelolaan yang sesuai kaidah kearsipan, arsip-arsip penting tersebut dapat terjaga keutuhan, keamanan, dan ketersediaannya.

"Karena itu, kami mengajak seluruh OPD untuk bersama-sama menjaga arsip dan menyerahkannya ke LKD Kota Pekanbaru agar keamanan, keutuhan, dan ketersediaannya tetap terjamin," ujar Amin, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, arsip tidak hanya berfungsi sebagai bukti administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi sumber informasi yang memiliki nilai sejarah tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai referensi bagi generasi mendatang.

Sebagai bukti komitmen menjaga warisan sejarah daerah, LKD Dispusip Kota Pekanbaru hingga kini masih menyimpan sejumlah arsip berusia puluhan tahun dalam kondisi terawat.

Di antara koleksi tersebut terdapat peta Pekanbaru berbahasa Belanda yang dibuat pada tahun 1944 serta arsip tekstual mengenai pendirian koperasi pada tahun 1986. Kedua arsip itu masih tersimpan dengan baik dan menjadi bagian penting dari rekam jejak perjalanan Kota Pekanbaru.

"Arsip tertua tahun 1944 dan 1986 ini merupakan salah satu koleksi yang masih tersimpan aman di LKD Kota Pekanbaru sampai hari ini," ungkap Amin.

Ia berharap seluruh OPD semakin peduli terhadap pengelolaan arsip dan tidak menunda penyerahan arsip statis ke LKD. Dengan begitu, dokumen-dokumen penting yang menjadi saksi perjalanan Kota Pekanbaru dapat terus terpelihara, mudah diakses saat dibutuhkan, serta diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari sejarah daerah.***