
Foto: Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar
Wadahnews.com– Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan komitmennya menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Menyusul adanya laporan warga terkait dugaan aktivitas LGBT, pemerintah memastikan akan mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya masih menerima sejumlah laporan masyarakat mengenai dugaan aktivitas LGBT di Kota Pekanbaru. Laporan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah sebagai bagian dari upaya menjaga kondusivitas daerah.
"Untuk LGBT di Kota Pekanbaru ini, banyak kami terima laporan dari masyarakat," ujar Markarius, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, Pemko Pekanbaru tidak akan tinggal diam terhadap setiap aktivitas yang dinilai mengganggu ketertiban umum dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pemerintah, kata dia, siap menempuh langkah hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran.
"Kita juga siap mengambil tindakan hukum apabila memang meresahkan," tegasnya.
Sikap tersebut, lanjut Markarius, sejalan dengan langkah yang sebelumnya telah diambil Pemko Pekanbaru saat menghentikan sementara operasional New Paragon KTV, Pool and Cafe pada Februari 2026. Kebijakan itu diambil setelah adanya dugaan kelalaian manajemen yang menyebabkan berlangsungnya kegiatan yang kemudian memicu keresahan masyarakat.
Namun, Pemko menilai penegakan aturan saja tidak cukup. Upaya pencegahan juga terus diperkuat, terutama dengan menyasar kalangan pelajar melalui program edukasi tentang kesehatan dan pencegahan HIV.
Markarius mengatakan, pemerintah telah menghadirkan tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan di sejumlah SMA. Materi yang disampaikan mencakup bahaya HIV, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, serta menghindari perilaku yang berisiko terhadap kesehatan.
"Kita beri edukasi tentang bahayanya hingga bahaya HIV, kita hadirkan dokter," katanya.
Ke depan, Pemko Pekanbaru berencana memperluas program edukasi tersebut ke lebih banyak sekolah dengan melibatkan dokter dan psikolog. Pemerintah berharap langkah preventif ini dapat meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai kesehatan, sekaligus mendorong mereka mengambil pilihan hidup yang sehat, bertanggung jawab, dan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. ***