199 Jemaah Haji Rohil Mulai Ibadah di Madinah, Tiga Harus Tunda Keberangkatan

Kamis, 07 Mei 2026

Foto: ilustrasi

Wadahnews.com-  Sebanyak 199 jemaah haji asal Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kini telah tiba di Madinah dan mulai menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci. Namun, dari total 202 calon jemaah haji Rohil tahun ini, tiga orang harus menunda keberangkatan karena terkendala kondisi kesehatan.

Ratusan jemaah tersebut tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 6 dan kloter 8. Setelah melalui proses persiapan panjang, para jemaah akhirnya dapat menjejakkan kaki di Madinah untuk menjalankan ibadah dengan penuh rasa syukur.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Rokan Hilir, Johan, mengatakan tiga calon jemaah yang belum dapat berangkat yakni Aisyah Dopal asal Panipahan (Palika), Sukemi Mursadi asal Bagan Sinembah, serta Pariani Muhamad yang merupakan pendamping sekaligus istri Sukemi.

"Ketiganya telah dipulangkan ke daerah asal dan dijemput oleh perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Rohil, Hamdani," ujar Johan.

Ia menjelaskan, penundaan keberangkatan tersebut dilakukan sesuai dengan Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 55 Tahun 2026 tentang standar kesehatan jemaah haji.

"Dua dari tiga jemaah dinyatakan belum memenuhi syarat kesehatan atau belum istitha’ah, sehingga belum dapat diberangkatkan tahun ini. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah haji," jelasnya.

Johan berharap ketiga calon jemaah tersebut segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali memenuhi syarat untuk berangkat pada musim haji berikutnya. Ia juga mengingatkan calon jemaah agar mempersiapkan kondisi kesehatan jauh sebelum keberangkatan.

Sementara itu, kondisi jemaah Rohil yang telah berada di Madinah dilaporkan dalam keadaan baik. Ketua Regu Jemaah Haji Rohil, Afrizal Sofyan, mengatakan sebagian besar jemaah dalam kondisi sehat meski beberapa mengalami keluhan ringan akibat adaptasi dengan cuaca Arab Saudi.

"Alhamdulillah, secara umum jemaah dalam keadaan sehat. Ada beberapa yang mengalami keluhan ringan seperti demam, flu, dan pusing karena penyesuaian cuaca di Madinah yang mencapai sekitar 43 derajat Celsius," katanya.

Afrizal menyebutkan, lokasi penginapan jemaah cukup strategis karena hanya berjarak sekitar 5 hingga 10 menit berjalan kaki dari Masjid Nabawi. Pelayanan konsumsi dari pihak syarikah juga berjalan lancar, meski variasi menu masih terbatas.

Ia juga mengungkapkan sempat terjadi insiden seorang jemaah bernama Suryah yang tersesat setelah melaksanakan ibadah di Raudhah pada malam 2 Mei waktu Arab Saudi. Berkat koordinasi ketua rombongan, ketua regu, serta bantuan jemaah asal Bengkulu, Suryah berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Afrizal memastikan petugas kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat selalu siaga selama 24 jam untuk memberikan pelayanan kepada para jemaah.

"Mohon doa dari masyarakat Rohil agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, kemudahan dalam menjalankan ibadah haji, dan kembali ke Tanah Air dengan selamat," tutupnya.(Tin/mcr)