
Foto: Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho mengukuhkan sebanyak 76 Ketua RT dan RW terpilih se-Kecamatan Senapelan
Wadahnews.com– Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat pelayanan hingga ke tingkat lingkungan. Komitmen itu ditandai dengan pengukuhan serentak 76 Ketua RT dan RW terpilih se-Kecamatan Senapelan oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Jumat (24/7/2026).
Pengukuhan yang digelar di kawasan cagar budaya Rumah Tuan Kadi, tepian Sungai Siak, menjadi yang pertama dilaksanakan secara serentak di Kota Pekanbaru. Agung Nugroho hadir didampingi Wakil Wali Kota Markarius Anwar serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sebanyak 58 Ketua RT dan 18 Ketua RW resmi menerima amanah untuk menjadi ujung tombak pelayanan sekaligus penghubung antara pemerintah dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Tak berhenti pada pengukuhan, Agung memastikan para Ketua RT dan RW yang baru akan mengikuti pendidikan dan pelatihan yang dikemas dalam konsep retreat. Program ini disiapkan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, koordinasi, serta pelayanan kepada masyarakat.
"Mereka nantinya juga akan melaksanakan diklat yang dibungkus dalam sebuah retreat," ujar Agung.
Menurutnya, pengukuhan ini merupakan bagian dari penyegaran kepengurusan sekaligus mengisi jabatan RT dan RW yang selama ini masih kosong. Program serupa akan terus dilaksanakan secara bertahap di kecamatan lain di Kota Pekanbaru.
"Ini baru sebagian kecil. Pelantikan akan terus bergulir untuk mengisi jabatan yang kosong sekaligus melakukan pembaruan kepengurusan yang sudah terlalu lama," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemko Pekanbaru juga melantik pengurus Dasawisma Kecamatan Senapelan. Agung menilai keberadaan RT, RW, PKK, dan Dasawisma menjadi elemen penting dalam memperkuat pemerintahan hingga ke tingkat paling bawah.
Ia mencontohkan keberhasilan mengaktifkan kembali TP PKK yang dinilai mampu menggerakkan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, bahkan ikut mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Agung juga mengingatkan para camat agar cermat dalam mengusulkan pejabat di wilayahnya. Menurutnya, aparatur yang dipilih harus memiliki komitmen melayani masyarakat dan mampu mendukung program pembangunan daerah.
"Saya tidak mau ada yang menjadi broker. Yang saya butuhkan adalah pejabat yang benar-benar bekerja untuk masyarakat, terutama dalam menangani persoalan kebersihan dan meningkatkan pelayanan publik," tegasnya.
Ia berharap Ketua RT dan RW yang baru dikukuhkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyerap aspirasi warga, menyelesaikan persoalan di lingkungan, serta menghadirkan pelayanan yang cepat, responsif, dan dekat dengan masyarakat.***