Kerajaan Siak Hadir di Bandara SSK II, Angkat Warisan Melayu ke Panggung Publik

Rabu, 05 Agustus 2026

Foto ilustrasi: Pameran tentang kejayaan Kerajaan Siak Sri Indrapura kini dipajang di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru (Akal Imitasi / Gemini)

Wadahnews.com– Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru kini tidak hanya menjadi gerbang masuk menuju Provinsi Riau, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Melayu. Melalui sebuah pameran bertema kejayaan Kerajaan Siak Sri Indrapura, para penumpang dan pengunjung bandara diajak mengenal lebih dekat warisan sejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau.

Pameran yang dapat dinikmati secara gratis ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Siak dengan PT Angkasa Pura dalam rangka menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kehadirannya di area bandara diharapkan mampu menjadi sarana edukasi sekaligus promosi budaya kepada masyarakat luas.

Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, M.Si, mengatakan pameran tersebut menampilkan perjalanan sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura serta memperkenalkan sosok Pahlawan Nasional Sultan Syarif Kasim II, yang namanya kini diabadikan sebagai nama bandara internasional di Pekanbaru.

Menurut Afni, penyelenggaraan pameran ini merupakan tindak lanjut dari silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Siak dengan pihak PT Angkasa Pura. Setelah melakukan kunjungan ke Istana Siak, manajemen Angkasa Pura menyatakan komitmennya untuk mendukung pelestarian sejarah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

"Pameran ini merupakan tindak lanjut dari silaturahmi General Manager Angkasa Pura, Bapak Achmad, dengan Pemkab Siak. Dukungan tersebut diwujudkan melalui program CSR sehingga penyelenggaraannya tidak membebani APBD Kabupaten Siak," ujar Afni, Rabu (5/8/2026).

Ia mengapresiasi dukungan PT Angkasa Pura yang telah memberikan ruang bagi Kabupaten Siak untuk menampilkan sejarah, seni, dan budaya Melayu di Bandara Sultan Syarif Kasim II. Menurutnya, keberadaan pameran ini menjadi langkah penting dalam menjaga ingatan masyarakat terhadap perjalanan sejarah Kerajaan Siak yang memiliki peran besar dalam perkembangan Riau.

Afni berharap pameran tersebut dapat berlangsung dalam jangka panjang sehingga semakin banyak masyarakat maupun wisatawan yang mengenal sejarah Kerajaan Siak dan memahami makna di balik nama Sultan Syarif Kasim II sebagai tokoh nasional asal Riau.

"Alhamdulillah, Kabupaten Siak juga mendapatkan ruang untuk menampilkan seni dan budaya kemelayuan Siak di Bandara SSK II Pekanbaru. Semoga ini dapat menjaga ingatan kolektif masyarakat sekaligus menjadi ajang promosi potensi Kabupaten Siak," katanya.

Melalui pameran ini, Bandara Sultan Syarif Kasim II tidak hanya menjadi pusat mobilitas masyarakat, tetapi juga tampil sebagai etalase budaya yang memperkenalkan kekayaan sejarah Melayu kepada setiap orang yang datang dan berkunjung ke Bumi Lancang Kuning. Dengan demikian, warisan Kerajaan Siak diharapkan terus hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi mendatang.(Saf/mcr)