DLHK Pekanbaru Buru TPS Liar, Pengawasan di Perbatasan Diperketat

Rabu, 12 Agustus 2026

Kepala DLHK Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra

Wadahnews.com– Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru terus memburu keberadaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah liar yang masih muncul di sejumlah kawasan pinggiran kota.

Pengawasan kini diperketat, terutama di kawasan perbatasan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisir kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan sekaligus mencegah munculnya titik-titik TPS liar baru.

Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan petugas setiap hari turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas pembuangan sampah sembarangan.

"Setiap hari anggota kami turun melakukan pengawasan terhadap masyarakat yang membuang sampah sembarangan di pinggiran kota," kata Reza, Rabu (12/8/2026).

Menurut Reza, kawasan perbatasan menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian lebih. Pasalnya, masih ditemukan sejumlah TPS liar yang digunakan masyarakat untuk membuang sampah.

Beberapa TPS liar yang ditemukan bahkan langsung ditutup oleh petugas. Di antaranya berada di sekitar Coca-Cola dan ECO Green, Jalan HR Soebrantas ujung.

"Kemarin ada beberapa TPS liar yang ditemukan di sana, dan itu langsung ditutup. Ada yang di dekat Coca-Cola dan ECO Green (Jalan HR Soebrantas ujung)," ungkapnya.

Tak hanya menutup TPS liar, DLHK Pekanbaru juga melakukan penindakan terhadap pelaku yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

Melalui Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum), pelaku yang diamankan akan diproses dan diberikan sanksi berupa denda.

"Jadi ketika didapati, itu langsung diamankan, diproses (diberikan sanksi denda)," tegas Reza.

Ia menilai keberadaan TPS liar tidak hanya mengganggu kebersihan kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan apabila dibiarkan terus berkembang.

Karena itu, Reza mengajak masyarakat ikut berperan dalam mengawasi aktivitas pembuangan sampah, khususnya di kawasan pinggiran dan perbatasan kota.

Menurutnya, sebagian besar sampah yang dibuang sembarangan di kawasan tersebut diduga berasal dari luar daerah.

"Karena rata-rata sampah yang dibuang sembarangan di perbatasan, pinggiran kota ini berasal dari luar daerah. Untuk itu perlu partisipasi aktif dari warga sama-sama mengawasi," tutup Reza.***