Cegah Penularan HIV, Pekanbaru Buka Layanan VCT Gratis di 21 Puskesmas

Rabu, 12 Agustus 2026

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi

Wadahnews.com– Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Salah satunya dengan membuka layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) secara gratis di 21 puskesmas.

Layanan tersebut menjadi salah satu langkah Pemko Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Diskes) untuk mendorong deteksi dini HIV, menekan risiko penularan, sekaligus memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan pengobatan dan pendampingan secara berkelanjutan.

Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV/AIDS saat ini sudah dapat diakses di 21 puskesmas.

"Jadi mereka, pengidap sudah bisa mengakses layanan ini di Puskesmas," ujar Dedy, Kamis (13/8/2026).

Selain puskesmas, akses pemeriksaan HIV juga tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan lainnya. Di antaranya 29 rumah sakit, empat lapas, satu rutan, klinik, BKK, 31 layanan PDP, 31 layanan rujukan VL, serta 10 layanan PeRP.

Sementara layanan pengobatan tersedia di fasilitas kesehatan yang telah ditentukan, baik puskesmas maupun rumah sakit.

Diskes bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Pekanbaru juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Informasi diberikan secara langsung maupun melalui media massa, terutama mengenai pencegahan penularan dan pentingnya melakukan pemeriksaan sejak dini.

Dedy mengimbau masyarakat yang merasa pernah melakukan perilaku berisiko agar tidak ragu memanfaatkan layanan pemeriksaan yang tersedia.

Bagi masyarakat yang hasil pemeriksaannya positif, selanjutnya akan mendapatkan penanganan di fasilitas layanan kesehatan yang telah disediakan. Pendampingan juga diberikan untuk memastikan pasien dapat menjalani pengobatan secara berkelanjutan.

Upaya pencegahan HIV/AIDS juga melibatkan tokoh agama. Para pendakwah dan penceramah akan dilibatkan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan HIV/AIDS serta pentingnya menjaga perilaku yang dapat menghindari risiko penularan.

"Intinya kita akan terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi untuk memberantas HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Karena penyakit ini adalah ancaman serius terhadap tatanan nilai kehidupan," ujar Dedy.

Selain itu, pendampingan dilakukan bersama kelompok masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli terhadap HIV/AIDS. Mereka bekerja sama dengan fasilitas kesehatan untuk membantu masyarakat mengakses pemeriksaan secara sukarela, termasuk pemeriksaan bagi pasangan.

"Ada juga pendampingan agar bisa melakukan pemeriksaan tes sukarela terhadap pasangannya," paparnya.

Dedy menegaskan, penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, Pemko Pekanbaru berharap dukungan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, LSM, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan hingga kader Posyandu untuk bersama-sama memperkuat edukasi dan pencegahan.

Dengan layanan VCT yang mudah diakses dan gratis, masyarakat diharapkan tidak ragu melakukan pemeriksaan. Deteksi lebih dini menjadi langkah penting untuk mendapatkan penanganan tepat sekaligus memutus mata rantai penularan HIV di Kota Pekanbaru.***