
Wadahnews.com– Kualitas udara di Kota Pekanbaru memburuk akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi udara berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, sementara jarak pandang di sejumlah ruas jalan ikut menurun.
Melihat kondisi tersebut, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau turun langsung membantu melindungi masyarakat. Ribuan masker dibagikan kepada pengendara dan warga yang melintas di kawasan Tugu Keris, Senin (24/8/2026).
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril bersama personel Ditlantas memimpin pembagian masker tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mengurangi paparan asap bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah.
“Alhamdulillah, pagi ini ribuan masker berhasil kita bagikan kepada masyarakat dan pengendara yang melintas. Kondisi asap cukup tebal dan jarak pandang juga tidak terlalu jauh,” ujar Dasril.
Di tengah jarak pandang yang terbatas, polisi juga mengingatkan pengendara agar tidak lengah. Kecepatan kendaraan diminta dikurangi, jarak aman dijaga dan lampu kendaraan dinyalakan untuk meningkatkan keselamatan.
“Kami mengimbau pengendara agar selalu berhati-hati, mengurangi kecepatan dan memperhatikan kondisi jalan,” katanya.
Personel Ditlantas turut memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas. Pengendara diminta tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, terutama ketika asap membuat pandangan ke depan terganggu.
Selain soal keselamatan berkendara, Dasril mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko karhutla.
“Kita ketahui bersama saat ini memasuki musim kemarau. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tanaman di sekitar rumah dengan melakukan penyiraman secara rutin. Dengan lingkungan yang terawat, tanaman tetap segar dan suasana di sekitar kita tetap sejuk,” ujarnya.
Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menegaskan keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian utama selama kondisi kabut asap masih mengganggu jarak pandang.
“Dalam kondisi kabut asap seperti saat ini, kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pengendara, untuk meningkatkan kewaspadaan. Kurangi kecepatan, jaga jarak aman, nyalakan lampu kendaraan dan gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” tegas Jeki.
Jeki juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu karhutla. Menurutnya, pencegahan kebakaran membutuhkan kepedulian bersama.
“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama, jangan melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran. Mari kita jaga lingkungan tetap hijau dan asri karena kepedulian terhadap lingkungan juga merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.(Saf/mcr)