
Wadahnews.com— Musim kemarau membuat tanaman di sejumlah ruas jalan protokol Kota Pekanbaru berisiko layu dan mati. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) meningkatkan intensitas penyiraman taman dan pepohonan.
Tak ingin tanaman kehilangan kesegarannya akibat cuaca kering, petugas DLHK kini melakukan penyiraman hingga empat kali sehari.
Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga tanaman di taman maupun median jalan tetap tumbuh dan tidak mati.
"Kami berupaya menjaga tanaman di taman dan pohon di median jalan tetap segar dan tidak mati di tengah kondisi saat ini," kata Reza, Rabu (26/8/2026).
Untuk mendukung penyiraman, DLHK mengerahkan enam mobil penyiraman yang beroperasi di sepanjang jalan protokol. Masing-masing mobil memiliki kapasitas angkut hingga 5.000 liter air.
Penyiraman dilakukan empat kali untuk setiap mobil dengan sistem dua shift. Petugas bekerja mulai pukul 17.00 WIB hingga 07.30 WIB.
Dari enam armada tersebut, kebutuhan air mencapai sekitar 240 ribu liter setiap hari.
Tak hanya itu, DLHK juga menyiapkan satu mobil khusus berkapasitas 3.000 liter air untuk menyiram pohon-pohon yang baru ditanam maupun pohon penyisipan. Penyiraman dilakukan hingga empat kali sehari.
"Sehingga untuk penyiraman itu total keseluruhan 252.000 liter per hari kami melakukan penyiraman. Supaya tanaman tidak mati dan tetap segar," ujar Reza.
Intensifikasi penyiraman ini menjadi salah satu langkah Pemko Pekanbaru dalam mempertahankan ruang terbuka hijau sekaligus menjaga wajah kota tetap asri di tengah musim kemarau.
Keberadaan taman dan pepohonan di sepanjang jalan protokol tidak hanya mempercantik kawasan perkotaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan kenyamanan masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus mendukung program Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dalam menjaga lingkungan serta memperindah kawasan perkotaan.
DLHK memastikan penyiraman terus dilakukan secara rutin selama kondisi cuaca masih kering. Dengan upaya tersebut, tanaman di berbagai ruas jalan protokol diharapkan tetap tumbuh subur, hijau dan tidak mati meski Pekanbaru tengah diterpa kemarau.***