
Foto: ilustrasi
Wadahnews.com– Kualitas udara di Kota Pekanbaru berada dalam kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat pada Rabu (26/8/2026). Kondisi tersebut mulai berdampak terhadap kesehatan warga, ditandai dengan meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, tercatat 177 kasus ISPA pada Rabu tersebut. Selain itu, terdapat satu kasus pneumonia yang turut ditangani fasilitas pelayanan kesehatan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra, mengatakan bahwa peningkatan kasus ISPA terjadi seiring memburuknya kualitas udara dalam beberapa hari terakhir.
“Jumlah kasus ISPA meningkat seiring penurunan kualitas udara selama dua hari belakangan,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).
Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan pada saluran pernapasan. Data Dinas Kesehatan juga mencatat tiga kasus konjungtivitis atau mata merah, tujuh kasus iritasi kulit, serta lima kasus serangan asma.
Sebagian besar warga yang mengalami gangguan kesehatan tersebut masih menjalani rawat jalan di puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya di Kota Pekanbaru.
Di tengah kondisi udara yang belum membaik, Pemerintah Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan asap.
Warga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta menghindari aktivitas fisik atau kegiatan berat di luar rumah selama kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, mata perih, atau gangguan kesehatan lainnya.***