
Foto: Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho
Wadahnews.com— Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Pekanbaru wajib siaga penuh selama masa tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan kabut asap karhutla. Jumat(28/8/2026)
Agung menginstruksikan 21 puskesmas yang tersebar di Kota Pekanbaru untuk menjadi posko pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama masa tanggap darurat.
"Warga yang mulai merasakan gangguan kesehatan akibat terpapar kabut asap bisa langsung mengakses puskesmas terdekat untuk mendapatkan pelayanan," ujar Agung Nugroho.
Ia menegaskan, seluruh puskesmas harus memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan tanpa jeda. Tidak boleh ada puskesmas yang menghentikan operasional, termasuk saat hari libur, selama status tanggap darurat masih diberlakukan.
"Biasanya puskesmas tutup kalau hari libur. Namun, khusus selama masa tanggap darurat ini, saya tegaskan tidak boleh ada puskesmas yang tutup, walau di hari libur sekalipun. Warga bisa membutuhkan bantuan medis kapan saja," tegasnya.
Selain memastikan kesiapan tenaga kesehatan, Agung juga meminta setiap puskesmas menyiagakan logistik dan perlengkapan medis yang memadai.
Stok masker, vitamin untuk mendukung daya tahan tubuh masyarakat, serta peralatan penanganan darurat bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan harus dipastikan tersedia.
Dengan kesiapsiagaan tersebut, Pemko Pekanbaru berharap masyarakat yang terdampak kabut asap dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat, terutama bagi warga yang mulai mengalami keluhan akibat buruknya kualitas udara.***