
Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni
Wadahnews.com— Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau dengan kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta menyiapkan tambahan armada helikopter water bombing.
OMC dijadwalkan berlangsung mulai 29 Agustus hingga 1 September 2026. Operasi ini dilakukan untuk memanfaatkan potensi awan hujan guna membantu membasahi wilayah yang terdampak karhutla, terutama kawasan lahan gambut.
Rencana tersebut disampaikan Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, usai menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di GOR Presisi Polda Riau, Jumat (28/8/2026).
“Kira-kira di tanggal 29, 30, 31, sampai tanggal 1 (September). Terutama di tanggal 1 ada potensi hujan besar di seluruh Riau,” ujar Raja Juli.
Menurutnya, hujan, baik alami maupun hasil modifikasi cuaca, menjadi faktor penting dalam membantu pemadaman titik api, khususnya di kawasan gambut.
Meski demikian, pemerintah tetap mengoptimalkan pemadaman melalui jalur darat dan udara. Operasi water bombing yang dikoordinasikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga terus dilakukan untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani dari darat.
Pemerintah akan memaksimalkan setiap potensi awan hujan atau awan semai yang muncul di wilayah Riau selama pelaksanaan OMC.
Dukungan operasional juga diberikan Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin dengan membuka akses bagi pesawat yang digunakan dalam operasi modifikasi cuaca.
“Kami sudah sepakati, sekecil apa pun potensi awan hujan atau awan semai, kami akan langsung melakukan operasi modifikasi cuaca,” tegas Raja Juli.
Selain OMC, pemerintah berencana menambah armada helikopter water bombing untuk memperkuat lima unit helikopter yang saat ini telah disiagakan di Riau.
Penambahan armada tersebut tengah dikoordinasikan dengan Kementerian Pertahanan untuk mempercepat penanganan karhutla melalui udara.
“Habis ini saya akan telepon Pak Menhan untuk segera mengirimkan tambahan armada guna memperkuat lima helikopter yang sudah disiagakan di Riau,” tambah Raja Juli.
Sebagai bagian dari penguatan operasi, satu unit helikopter pemadam yang sebelumnya diperbantukan ke Provinsi Kalimantan Selatan juga ditarik kembali ke Riau.
Penarikan armada tersebut dilakukan untuk memperkuat penanganan karhutla di Riau, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan.(Saf/mcr)