Hotspot Karhutla Riau Turun Drastis, Plt Gubri Minta Pendinginan Gambut Tak Kendor

Selasa, 01 September 2026

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto9

Wadahnews.com— Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau menunjukkan perkembangan signifikan. Jumlah titik panas (hotspot) dan titik api (firespot) turun drastis setelah tim gabungan mengintensifkan pemadaman, pendinginan lahan, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, dunia usaha, hingga masyarakat dalam penanganan karhutla.

"Alhamdulillah, kondisi Karhutla Riau hari ini jauh lebih membaik. Hotspot turun dari 62 titik menjadi 10 titik hari ini, sedangkan firespot turun dari 9 titik menjadi 6 titik," ujar SF Hariyanto, Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan pemetaan dan verifikasi tim di lapangan, sebanyak 10 hotspot masih terpantau di sejumlah wilayah Riau.

Sebarannya meliputi lima titik di Indragiri Hulu, dua titik di Pelalawan, dua titik di Bengkalis, dan satu titik di Indragiri Hilir.

Namun, dua hotspot yang terdeteksi di Pelalawan setelah diverifikasi diketahui bukan berasal dari karhutla, melainkan cerobong asap pabrik.

Sementara itu, dari enam firespot yang masih terpantau, empat titik berada di Indragiri Hulu dan masih dalam proses pemadaman. Masing-masing satu titik berada di Indragiri Hilir dan Bengkalis, yang saat ini memasuki tahap pendinginan.

Selain jumlah titik api, luas lahan yang masih dalam penanganan tim juga mengalami penurunan. Dari sebelumnya sekitar 100 hektare, kini tersisa sekitar 58 hektare.

Meski kondisi karhutla semakin terkendali, SF Hariyanto mengingatkan seluruh personel agar tidak lengah. Tahap pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh, terutama di kawasan lahan gambut.

Menurutnya, lahan gambut memiliki karakteristik khusus karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan berpotensi kembali memicu kebakaran apabila tidak benar-benar dipadamkan.

"Kita pastikan api dan bara di lahan gambut benar-benar mati agar tidak kembali menyala. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga tetap kami jalankan setiap hari," tegasnya.

SF Hariyanto menekankan, penurunan hotspot dan firespot tidak boleh membuat kewaspadaan menurun. Pemantauan, pemadaman, dan pendinginan akan terus dilakukan untuk memastikan karhutla benar-benar tuntas dan tidak kembali meluas.

Upaya tersebut juga diperkuat dengan pelaksanaan OMC untuk membantu meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah-wilayah yang membutuhkan, sekaligus menjaga kondisi Riau tetap aman dari ancaman karhutla.(Saf/mcr)