
Wadahnews.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) sekaligus mempererat silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau di Kantor Gubernur Riau, Kamis (17/9/2026).
Ketua Bidang Fatwa Metodologi MUI Pusat, Buya Gusrizal Gazahar, mengatakan Monev tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan program MUI Riau berjalan sesuai rencana sekaligus memetakan kebutuhan ulama di daerah.
"MUI Pusat tidak mungkin mengambil sikap tanpa memahami kondisi para ulama di daerah. Pemetaan ini penting agar kebijakan pusat betul-betul menjangkau seluruh daerah di Indonesia," ujar Gusrizal, Kamis (17/9/2026).
Gusrizal menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan pemerintah dalam menjalankan berbagai program yang berkaitan dengan kepentingan umat.
Menurutnya, MUI memiliki peran dalam membimbing umat dan mengeluarkan fatwa, sedangkan pelaksanaan kebijakan di lapangan membutuhkan peran pemerintah daerah.
"MUI mengambil peran pengelolaan kebaikan umat, namun pucuk kepemimpinannya ada pada Pak Gubernur. Apa pun fatwa yang dikeluarkan MUI, eksekusinya tetap banyak berada di tangan pemerintah," terangnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengapresiasi kunjungan pengurus MUI Pusat. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keulamaan penting dalam menghadapi berbagai tantangan di daerah.
"Dalam kondisi seperti ini, kita harus memperbanyak doa dan ikhtiar. Saya yakin kerja sama dengan MUI Riau akan terus terjalin agar kami bisa menjalankan amanah ini dengan baik," kata SF Hariyanto.(Saf/mcr)