<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://wadahnews.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://wadahnews.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>38 Sekolah Swasta Digandeng, Pemko Pekanbaru Jamin Pendidikan Gratis</title><link>https://wadahnews.com/news/detail/3071/38-sekolah-swasta-digandeng-pemko-pekanbaru-jamin-pendidikan-gratis</link><description>&lt;p&gt;Wadahnews.com– Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat komitmennya dalam menjamin akses pendidikan bagi seluruh anak. Melalui program Zero Putus Sekolah, Pemko Pekanbaru menggandeng 38 sekolah swasta untuk memberikan pendidikan gratis bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri pada tahun ajaran 2026/2027.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebanyak 38 sekolah yang menjadi mitra tersebut terdiri dari 23 Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta dan 15 Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang tersebar di berbagai wilayah Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan program tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi maupun keterbatasan daya tampung sekolah negeri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, setiap anak di Pekanbaru harus tetap mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, meski tidak diterima di sekolah negeri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Orang tua tidak perlu khawatir soal biaya pendidikan anak. Jika tidak lulus atau tidak tertampung di sekolah negeri, masih ada sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan Pemko Pekanbaru dan seluruh biayanya ditanggung pemerintah,&quot; ujar Agung, Kamis (25/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menyebut, program Zero Putus Sekolah menjadi salah satu prioritas Pemko Pekanbaru dalam meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan. Untuk mendukung program tersebut, seluruh sekolah yang telah bermitra juga dimasukkan ke dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan demikian, siswa yang tidak mendapatkan kursi di sekolah negeri tetap memiliki alternatif untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus terbebani biaya sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Intinya tidak boleh ada anak Pekanbaru yang putus sekolah. Kami siapkan jalurnya, kami siapkan sekolahnya, dan kami tanggung biayanya. Itulah program Zero Putus Sekolah yang sedang kami jalankan,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat sekaligus menjawab persoalan keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang setiap tahun terjadi saat penerimaan peserta didik baru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kolaborasi dengan puluhan sekolah swasta tersebut, Pemko Pekanbaru optimistis seluruh anak usia sekolah dapat memperoleh hak pendidikan yang layak dan berkualitas tanpa terkendala biaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemko Pekanbaru untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif dan memastikan tidak ada generasi muda yang kehilangan kesempatan meraih masa depan karena persoalan ekonomi. ***&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://wadahnews.com/assets/berita/original/19675216335-fb_img_1782417000205.jpg"/><pubDate>Thu, 25 Jun 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid>https://wadahnews.com/news/detail/3071/38-sekolah-swasta-digandeng-pemko-pekanbaru-jamin-pendidikan-gratis</guid></item><item><title>Minat Baca Meningkat, Kunjungan Perpustakaan Tenas Effendy Melejit 580 Persen</title><link>https://wadahnews.com/news/detail/3070/minat-baca-meningkat-kunjungan-perpustakaan-tenas-effendy-melejit-580-persen</link><description>&lt;p&gt;Wadahnews.com– Perpustakaan Tenas Effendy milik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru semakin diminati masyarakat. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah kunjungan tercatat melonjak hingga 580 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Pekanbaru menunjukkan, kunjungan pada Januari&#45;Mei 2025 hanya mencapai 30.799 kunjungan. Sementara pada periode yang sama tahun ini, jumlahnya melesat menjadi 147.925 kunjungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lonjakan tersebut tidak hanya berasal dari kunjungan langsung ke Perpustakaan Tenas Effendy di Jalan Dr Sutomo Nomor 1, tetapi juga dari layanan perpustakaan digital iPekanbaru yang semakin banyak dimanfaatkan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Total kunjungan ini merupakan gabungan kunjungan fisik dan nonfisik melalui layanan digital,&quot; kata Kepala Dispusip Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, Kamis (25/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Amin, peningkatan kunjungan menjadi indikator semakin tumbuhnya minat baca masyarakat. Berbagai inovasi layanan serta sosialisasi yang gencar dilakukan Dispusip turut berkontribusi dalam menarik masyarakat untuk datang dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Alhamdulillah, sekarang kunjungan dari masyarakat umum juga semakin ramai,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak hanya kalangan dewasa, Perpustakaan Tenas Effendy juga menjadi destinasi edukatif bagi anak&#45;anak. Rombongan TK dan PAUD rutin berkunjung untuk mengenal dunia literasi sejak usia dini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal itu didukung beragam fasilitas yang tersedia, mulai dari ruang mini studio, ruang komunal, hingga ruang kreativitas anak yang dirancang khusus untuk menunjang aktivitas belajar dan bermain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami ingin perpustakaan menjadi ruang yang nyaman, menyenangkan, dan bermanfaat bagi semua kalangan,&quot; jelas Amin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, koleksi buku perpustakaan juga terus bertambah. Hingga 2026, Perpustakaan Tenas Effendy telah memiliki 58.548 judul buku dengan total 86.386 eksemplar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 58.386 judul buku dengan 86.162 eksemplar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ada penambahan sekitar 200 judul buku dan eksemplar dibandingkan tahun lalu,&quot; ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Amin juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi melalui hibah buku untuk memperkaya koleksi perpustakaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Sebagian besar penambahan koleksi berasal dari hibah. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pengembangan literasi di Kota Pekanbaru,&quot; tutupnya.***&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://wadahnews.com/assets/berita/original/41915047772-img20260625144452.jpg"/><pubDate>Thu, 25 Jun 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://wadahnews.com/news/detail/3070/minat-baca-meningkat-kunjungan-perpustakaan-tenas-effendy-melejit-580-persen</guid></item><item><title>Cegah Rabies, Dinas PKH Riau Gelar Vaksinasi Gratis Hewan Peliharaan</title><link>https://wadahnews.com/news/detail/3069/cegah-rabies-dinas-pkh-riau-gelar-vaksinasi-gratis-hewan-peliharaan</link><description>&lt;p&gt;Wadahnews.com– Kabar baik bagi para pecinta hewan di Provinsi Riau. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau bakal menggelar Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026 dengan menyediakan layanan vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan, khususnya anjing dan kucing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program yang menjadi bagian dari upaya pencegahan penyebaran rabies tersebut akan dilaksanakan pada 1 Juli 2026 di UPT Laboratorium Veteriner dan Klinik Hewan (LVKH) Provinsi Riau, Jalan Hangtuah Ujung, Pekanbaru, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Dinas PKH Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan cakupan vaksinasi pada hewan penular rabies (HPR) sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, rabies masih menjadi ancaman serius karena termasuk penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia dan berisiko menyebabkan kematian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena dapat menular dari hewan ke manusia dan berakibat fatal. Karena itu, vaksinasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penyebarannya,&quot; ujar Mimi, Rabu (24/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan membawa hewan peliharaan mereka untuk mendapatkan vaksinasi secara gratis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak hanya layanan vaksinasi, kegiatan tersebut juga akan diramaikan dengan bazar produk peternakan dan UMKM lokal, serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya rabies dan pentingnya vaksinasi rutin bagi hewan peliharaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mimi menilai edukasi menjadi salah satu kunci penting dalam upaya pengendalian rabies. Pasalnya, masih banyak pemilik hewan yang belum memahami pentingnya vaksinasi sebagai bentuk perlindungan terhadap hewan maupun keluarga mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami tidak hanya memberikan layanan vaksinasi, tetapi juga edukasi mengenai pencegahan rabies, pemeliharaan hewan yang bertanggung jawab, hingga langkah yang harus dilakukan apabila terjadi gigitan hewan yang diduga terinfeksi rabies,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan layanan vaksinasi gratis, hewan yang dibawa harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti dalam kondisi sehat, berusia minimal tiga bulan, tidak sedang bunting, dan dapat dikendalikan oleh pemilik saat proses vaksinasi berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemilik hewan juga diwajibkan membawa KTP serta memastikan hewan peliharaannya menggunakan rantai atau pet cargo demi keamanan selama kegiatan berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik&#45;baiknya. Vaksinasi rabies bukan hanya melindungi hewan kesayangan, tetapi juga melindungi keluarga dan lingkungan sekitar dari ancaman rabies,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendaftaran peserta dilakukan secara daring melalui tautan yang telah disediakan panitia penyelenggara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mimi menegaskan, keberhasilan pengendalian rabies membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Karena itu, pihaknya mengajak para pemilik hewan untuk menjadikan vaksinasi sebagai agenda rutin demi mencegah penyebaran penyakit tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Melalui Bulan Vaksinasi Rabies ini, kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa satu suntikan vaksin dapat memberikan perlindungan yang sangat besar. Mari bersama&#45;sama melawan rabies dengan memastikan hewan peliharaan kita mendapatkan vaksinasi secara rutin,&quot; tutupnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ini mengusung slogan &quot;Satu Suntikan, Berjuta Perlindungan. Lawan Rabies! Lindungi Hewan Kesayangan, Lindungi Keluarga.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui gerakan tersebut, Pemerintah Provinsi Riau berharap kesadaran masyarakat terhadap vaksinasi hewan semakin meningkat sekaligus mendukung terwujudnya Riau yang bebas rabies. (Saf/mcr)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://wadahnews.com/assets/berita/original/8886807903-1782272666.jpg"/><pubDate>Wed, 24 Jun 2026 10:59:00 +0700</pubDate><guid>https://wadahnews.com/news/detail/3069/cegah-rabies-dinas-pkh-riau-gelar-vaksinasi-gratis-hewan-peliharaan</guid></item><item><title>Disdik Riau Akui Keliru Soal Data MBG, Minta Maaf Kepada Plt Gubernur dan Masyarakat</title><link>https://wadahnews.com/news/detail/3068/disdik-riau-akui-keliru-soal-data-mbg-minta-maaf-kepada-plt-gubernur-dan-masyarakat</link><description>&lt;p&gt;Wadahnews.com– Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau akhirnya mengakui adanya kekeliruan dalam penyampaian data terkait dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap pendapatan retribusi kantin sekolah. Kesalahan laporan tersebut sempat memicu polemik dan beredarnya informasi yang menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, memberikan klarifikasi sekaligus meluruskan informasi yang berkembang di publik. Ia menegaskan bahwa Program MBG tidak berdampak signifikan terhadap pendapatan retribusi daerah seperti yang sebelumnya ramai diperbincangkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Riau, apabila terdapat informasi serta penyampaian data yang anomali sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, saya menyampaikan permohonan maaf. Saya ingin meluruskan informasi yang beredar agar tidak menjadi berita yang tidak akurat di masyarakat,” ujar SF Hariyanto, Rabu (24/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, Pemerintah Provinsi Riau justru mendukung penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program strategis nasional. Selain memberikan manfaat bagi peserta didik, program tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya efisiensi anggaran daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SF Hariyanto menjelaskan, kehadiran program MBG memungkinkan pemerintah menghemat anggaran hingga Rp45 miliar per tahun yang sebelumnya dialokasikan untuk kebutuhan makan dan minum sekolah berasrama atau boarding school.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dengan adanya program MBG, kita bisa menghemat anggaran sekitar Rp45 miliar per tahun. Dana tersebut dapat dialihkan untuk mendukung program prioritas daerah lainnya,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terkait isu penurunan retribusi kantin sekolah, SF Hariyanto menegaskan dampaknya sangat kecil dan tidak berpengaruh terhadap kondisi keuangan daerah secara keseluruhan.&lt;br&gt;Menurutnya, kontribusi retribusi kantin sekolah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya berada pada kisaran 0,01 persen atau jauh di bawah satu persen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga menyebut Program MBG justru memberikan efek ekonomi yang lebih luas karena melibatkan berbagai sektor usaha masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Program Makan Bergizi Gratis menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, jasa distribusi hingga sektor pendukung lainnya,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih lanjut, Pemprov Riau juga mendukung rencana Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghidupkan kembali kantin&#45;kantin sekolah agar tetap dapat beroperasi dan menjadi bagian dari ekosistem program MBG.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari hasil penelusuran yang dilakukan, diketahui kekeliruan bermula dari kesalahan input data yang disampaikan Dinas Pendidikan Provinsi Riau kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau. Data tersebut kemudian menjadi dasar informasi yang diteruskan kepada Plt Gubernur Riau tanpa melalui proses verifikasi yang lebih mendalam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jadi sekali lagi kami tegaskan, tidak ada pengaruh Program MBG terhadap penurunan retribusi daerah. Semoga penjelasan ini dapat dipahami dan tidak menjadi bola liar di tengah masyarakat,” tegas SF Hariyanto.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman, melalui Sekretaris Disdik Riau, Teza Darsa, secara terbuka mengakui adanya kesalahan dalam laporan yang disampaikan kepada Bapenda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengatakan, pihaknya keliru mencantumkan Program MBG sebagai penyebab turunnya pendapatan retribusi kantin sekolah dalam laporan prognosis yang dibuat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami mengakui telah keliru dalam menyampaikan laporan terkait Program MBG sebagai penyebab turunnya pendapatan retribusi kantin sekolah,” ujar Teza.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atas kesalahan tersebut, Disdik Riau menyampaikan permohonan maaf kepada Plt Gubernur Riau, Bapenda Provinsi Riau, dan masyarakat Riau karena laporan yang tidak akurat tersebut telah menimbulkan polemik di ruang publik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar&#45;besarnya kepada Bapak Plt Gubernur Riau, Bapenda Provinsi Riau, dan seluruh masyarakat Riau atas kesalahan dalam penyampaian laporan yang tidak benar sehingga menimbulkan persoalan ini,” tutupnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan adanya klarifikasi tersebut, Pemerintah Provinsi Riau berharap polemik yang sempat berkembang terkait Program Makan Bergizi Gratis dapat segera berakhir dan masyarakat memperoleh informasi yang utuh serta akurat. (Saf/mcr)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://wadahnews.com/assets/berita/original/80773342815-1782294017.jpg"/><pubDate>Wed, 24 Jun 2026 17:09:00 +0700</pubDate><guid>https://wadahnews.com/news/detail/3068/disdik-riau-akui-keliru-soal-data-mbg-minta-maaf-kepada-plt-gubernur-dan-masyarakat</guid></item><item><title>Dari Persiraja ke PSPS, Akhyar Ilyas Emban Misi Besar ke Liga 1</title><link>https://wadahnews.com/news/detail/3067/dari-persiraja-ke-psps-akhyar-ilyas-emban-misi-besar-ke-liga-1</link><description>&lt;p&gt;Wadahnews.com– PSPS Pekanbaru resmi menunjuk Akhyar Ilyas sebagai pelatih kepala baru untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Mantan pelatih Persiraja Banda Aceh itu kini mengemban misi besar membawa tim berjuluk Askar Bertuah kembali bersaing di papan atas dan mewujudkan target promosi ke Liga 1 Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran Akhyar Ilyas sekaligus mengakhiri pencarian pelatih baru PSPS setelah sebelumnya ditinggal Aji Santoso yang memilih mundur dari kursi pelatih kepala karena alasan keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;CEO PSPS Pekanbaru, Edward Riansyah, membenarkan bahwa Akhyar telah resmi bergabung dan akan menjadi nahkoda baru tim kebanggaan masyarakat Riau tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ya alhamdulillah Coach Akhyar sudah bergabung dengan PSPS,&quot; ujar Edward Riansyah, Rabu (24/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Edward, saat ini manajemen masih fokus menyelesaikan proses pembentukan tim pelatih. Setelah itu, langkah berikutnya adalah menyusun komposisi pemain yang akan memperkuat PSPS pada musim mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Sekarang pelatih dulu, setelah itu pemain&#45;pemainnya. Pelan&#45;pelan dulu,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penunjukan Akhyar bukan tanpa alasan. Pelatih asal Aceh itu dinilai memiliki rekam jejak yang cukup menjanjikan setelah sukses mengangkat performa Persiraja Banda Aceh pada musim 2025/2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat menangani Persiraja, Akhyar datang di tengah situasi sulit. Tim berjuluk Laskar Rencong tersebut sempat terpuruk di zona play&#45;off degradasi dan menghadapi ancaman turun kasta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun melalui sentuhan taktikal, perubahan strategi permainan, serta keberhasilannya mendatangkan sejumlah pemain pada bursa transfer paruh musim, Akhyar mampu membalikkan keadaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di bawah arahannya, Persiraja perlahan bangkit dan keluar dari tekanan. Bahkan, tim asal Aceh itu berhasil menutup musim dengan finis di peringkat kelima Grup A Liga 2 Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama manajemen PSPS untuk memberikan kepercayaan kepada Akhyar memimpin Askar Bertuah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Manajemen berharap pengalaman Akhyar dalam membangun tim dan keluar dari situasi sulit dapat menjadi modal penting untuk membawa PSPS tampil lebih kompetitif musim depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti diketahui, PSPS Pekanbaru memiliki target besar untuk kembali menembus Liga 1. Ambisi tersebut menjadi tantangan yang kini berada di pundak Akhyar Ilyas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, pelatih berusia muda itu akan segera menyusun kerangka tim, menentukan kebutuhan pemain, serta mempersiapkan strategi terbaik untuk menghadapi kompetisi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedatangan Akhyar juga menghadirkan harapan baru bagi para pendukung PSPS. Rekam jejaknya bersama Persiraja menjadi modal awal untuk membangun optimisme bahwa Askar Bertuah mampu berbicara banyak di musim mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini, perjalanan baru pun dimulai. Dari Persiraja menuju PSPS, Akhyar Ilyas datang bukan sekadar membawa pengalaman, tetapi juga membawa harapan besar untuk mengantar Askar Bertuah kembali ke panggung tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1. (Saf/mcr)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://wadahnews.com/assets/berita/original/13948986879-1782304671.jpg"/><pubDate>Wed, 24 Jun 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://wadahnews.com/news/detail/3067/dari-persiraja-ke-psps-akhyar-ilyas-emban-misi-besar-ke-liga-1</guid></item></channel></rss>