<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://wadahnews.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://wadahnews.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Program 3 Juta Rumah Antar Pekanbaru Raih Juara II</title><link>https://wadahnews.com/news/detail/3186/program-3-juta-rumah-antar-pekanbaru-raih-juara-ii</link><description>&lt;p&gt;Wadahnews.com– Program 3 Juta Rumah membawa Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meraih prestasi di tingkat Regional Sumatera. Pekanbaru berhasil menyabet Juara II Implementasi Program 3 Juta Rumah pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch 2 Regional Sumatera yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak hanya penghargaan, prestasi tersebut juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Pemerintah Pusat memberikan bantuan bedah 250 rumah tidak layak huni (RTLH) untuk warga Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penghargaan diserahkan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, kepada Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Penyerahan tersebut turut disaksikan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan itu juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, para gubernur, bupati dan wali kota se&#45;Sumatera, serta unsur Forkopimda provinsi se&#45;Sumatera.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Capaian ini menambah daftar prestasi Pemko Pekanbaru sepanjang 2026. Pada triwulan pertama, Pekanbaru juga berhasil meraih Juara II apresiasi Kemendagri atas kinerja penanganan stunting.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemko Pekanbaru dan dukungan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Alhamdulillah, ini bukan kerja wali kota sendiri. Ini hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan tentunya dukungan seluruh masyarakat. Karena itu, sejatinya penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Kota Pekanbaru,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Agung, hal yang paling penting dari penghargaan tersebut bukan sekadar predikat juara, tetapi manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satunya melalui bantuan bedah 250 rumah tidak layak huni yang akan segera direalisasikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kita mendapat bantuan untuk membedah 250 rumah tidak layak huni. Insya Allah segera kita laksanakan dan kita pastikan tepat sasaran, sehingga benar&#45;benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,&quot; ucapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agung menyebut capaian tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen Pemko Pekanbaru dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dukungan tersebut dilakukan melalui sejumlah langkah, mulai dari percepatan perizinan, pembebasan biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah sesuai ketentuan, hingga dukungan dalam penyiapan lahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agung juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala Bakom Muhammad Qodari, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, capaian Juara II untuk kedua kalinya menjadi motivasi bagi Pemko Pekanbaru untuk terus meningkatkan kinerja dan memastikan program pemerintah benar&#45;benar memberikan manfaat bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Dua kali meraih Juara II tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih baik. Tetapi yang paling penting bukan sekadar juaranya. Kami ingin setiap prestasi dan program pemerintah benar&#45;benar kembali dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,&quot; tutup Agung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan penghargaan tersebut, Pemko Pekanbaru berharap implementasi Program 3 Juta Rumah dapat terus diperkuat, terutama dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan hunian yang layak dan aman.***&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://wadahnews.com/assets/berita/original/40542125620-5449-news-pekanbaru-kembali-uk.jpeg"/><pubDate>Wed, 12 Aug 2026 19:40:00 +0700</pubDate><guid>https://wadahnews.com/news/detail/3186/program-3-juta-rumah-antar-pekanbaru-raih-juara-ii</guid></item><item><title>Cegah Penularan HIV, Pekanbaru Buka Layanan VCT Gratis di 21 Puskesmas</title><link>https://wadahnews.com/news/detail/3185/cegah-penularan-hiv-pekanbaru-buka-layanan-vct-gratis-di-21-puskesmas</link><description>&lt;p&gt;Wadahnews.com– Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Salah satunya dengan membuka layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) secara gratis di 21 puskesmas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Layanan tersebut menjadi salah satu langkah Pemko Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Diskes) untuk mendorong deteksi dini HIV, menekan risiko penularan, sekaligus memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan pengobatan dan pendampingan secara berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV/AIDS saat ini sudah dapat diakses di 21 puskesmas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Jadi mereka, pengidap sudah bisa mengakses layanan ini di Puskesmas,&quot; ujar Dedy, Kamis (13/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain puskesmas, akses pemeriksaan HIV juga tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan lainnya. Di antaranya 29 rumah sakit, empat lapas, satu rutan, klinik, BKK, 31 layanan PDP, 31 layanan rujukan VL, serta 10 layanan PeRP.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara layanan pengobatan tersedia di fasilitas kesehatan yang telah ditentukan, baik puskesmas maupun rumah sakit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diskes bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Pekanbaru juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Informasi diberikan secara langsung maupun melalui media massa, terutama mengenai pencegahan penularan dan pentingnya melakukan pemeriksaan sejak dini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dedy mengimbau masyarakat yang merasa pernah melakukan perilaku berisiko agar tidak ragu memanfaatkan layanan pemeriksaan yang tersedia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi masyarakat yang hasil pemeriksaannya positif, selanjutnya akan mendapatkan penanganan di fasilitas layanan kesehatan yang telah disediakan. Pendampingan juga diberikan untuk memastikan pasien dapat menjalani pengobatan secara berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Upaya pencegahan HIV/AIDS juga melibatkan tokoh agama. Para pendakwah dan penceramah akan dilibatkan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan HIV/AIDS serta pentingnya menjaga perilaku yang dapat menghindari risiko penularan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Intinya kita akan terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi untuk memberantas HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Karena penyakit ini adalah ancaman serius terhadap tatanan nilai kehidupan,&quot; ujar Dedy.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, pendampingan dilakukan bersama kelompok masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli terhadap HIV/AIDS. Mereka bekerja sama dengan fasilitas kesehatan untuk membantu masyarakat mengakses pemeriksaan secara sukarela, termasuk pemeriksaan bagi pasangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ada juga pendampingan agar bisa melakukan pemeriksaan tes sukarela terhadap pasangannya,&quot; paparnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dedy menegaskan, penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, Pemko Pekanbaru berharap dukungan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, LSM, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan hingga kader Posyandu untuk bersama&#45;sama memperkuat edukasi dan pencegahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan layanan VCT yang mudah diakses dan gratis, masyarakat diharapkan tidak ragu melakukan pemeriksaan. Deteksi lebih dini menjadi langkah penting untuk mendapatkan penanganan tepat sekaligus memutus mata rantai penularan HIV di Kota Pekanbaru.***&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://wadahnews.com/assets/berita/original/43767609040-15638-news-pemko-pekanbaru-siap.jpeg"/><pubDate>Wed, 12 Aug 2026 20:35:00 +0700</pubDate><guid>https://wadahnews.com/news/detail/3185/cegah-penularan-hiv-pekanbaru-buka-layanan-vct-gratis-di-21-puskesmas</guid></item><item><title>DLHK Pekanbaru Buru TPS Liar, Pengawasan di Perbatasan Diperketat</title><link>https://wadahnews.com/news/detail/3184/dlhk-pekanbaru-buru-tps-liar-pengawasan-di-perbatasan-diperketat</link><description>&lt;p&gt;Wadahnews.com– Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru terus memburu keberadaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah liar yang masih muncul di sejumlah kawasan pinggiran kota.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengawasan kini diperketat, terutama di kawasan perbatasan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisir kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan sekaligus mencegah munculnya titik&#45;titik TPS liar baru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan petugas setiap hari turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas pembuangan sampah sembarangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Setiap hari anggota kami turun melakukan pengawasan terhadap masyarakat yang membuang sampah sembarangan di pinggiran kota,&quot; kata Reza, Rabu (12/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Reza, kawasan perbatasan menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian lebih. Pasalnya, masih ditemukan sejumlah TPS liar yang digunakan masyarakat untuk membuang sampah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa TPS liar yang ditemukan bahkan langsung ditutup oleh petugas. Di antaranya berada di sekitar Coca&#45;Cola dan ECO Green, Jalan HR Soebrantas ujung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kemarin ada beberapa TPS liar yang ditemukan di sana, dan itu langsung ditutup. Ada yang di dekat Coca&#45;Cola dan ECO Green (Jalan HR Soebrantas ujung),&quot; ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak hanya menutup TPS liar, DLHK Pekanbaru juga melakukan penindakan terhadap pelaku yang kedapatan membuang sampah sembarangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum), pelaku yang diamankan akan diproses dan diberikan sanksi berupa denda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Jadi ketika didapati, itu langsung diamankan, diproses (diberikan sanksi denda),&quot; tegas Reza.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menilai keberadaan TPS liar tidak hanya mengganggu kebersihan kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan apabila dibiarkan terus berkembang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, Reza mengajak masyarakat ikut berperan dalam mengawasi aktivitas pembuangan sampah, khususnya di kawasan pinggiran dan perbatasan kota.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, sebagian besar sampah yang dibuang sembarangan di kawasan tersebut diduga berasal dari luar daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Karena rata&#45;rata sampah yang dibuang sembarangan di perbatasan, pinggiran kota ini berasal dari luar daerah. Untuk itu perlu partisipasi aktif dari warga sama&#45;sama mengawasi,&quot; tutup Reza.***&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://wadahnews.com/assets/berita/original/35407698874-9221-news-masih-didapati-tps-l.png"/><pubDate>Wed, 12 Aug 2026 19:30:00 +0700</pubDate><guid>https://wadahnews.com/news/detail/3184/dlhk-pekanbaru-buru-tps-liar-pengawasan-di-perbatasan-diperketat</guid></item><item><title>534 Kasus DBD di Pekanbaru, Tuah Madani Jadi Wilayah Tertinggi</title><link>https://wadahnews.com/news/detail/3183/534-kasus-dbd-di-pekanbaru-tuah-madani-jadi-wilayah-tertinggi</link><description>&lt;p&gt;Wadahnews.com– Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru mencapai 534 kasus hingga pekan ke&#45;30 atau akhir Juli 2026. Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni mencapai 86 kasus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari total kasus tersebut, satu warga dilaporkan meninggal dunia. Korban merupakan warga Kecamatan Tuah Madani.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Deddy Sambudi, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui faktor yang menyebabkan korban meninggal dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Satu orang meninggal dunia, warga Kecamatan Tuah Madani. Kita melakukan penyelidikan epidemiologi apa yang menyebabkan,&quot; kata Deddy, Rabu (12/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain Tuah Madani, kasus DBD juga cukup tinggi di sejumlah kecamatan lainnya. Kecamatan Marpoyan Damai berada di urutan kedua dengan 85 kasus, disusul Kecamatan Bukit sebanyak 66 kasus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian, Kecamatan Binawidya dan Tenayan Raya masing&#45;masing mencatat 44 kasus. Selanjutnya Payung Sekaki 39 kasus, Rumbai 33 kasus, Rumbai Timur 32 kasus, Limapuluh 31 kasus, dan Kulim 28 kasus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Kecamatan Sail dan Rumbai Barat masing&#45;masing mencatat 11 kasus. Senapelan dan Sukajadi masing&#45;masing 10 kasus, sedangkan Kecamatan Pekanbaru Kota mencatat 4 kasus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Deddy memastikan, saat ini tidak ada pasien DBD yang masih menjalani perawatan. Seluruh pasien yang sebelumnya dirawat telah dinyatakan sembuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Untuk pasien yang dirawat tidak ada, sudah sembuh. Kami mengimbau masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS,&quot; terang Deddy.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk menekan penyebaran DBD, Diskes Pekanbaru terus melakukan berbagai langkah pencegahan, di antaranya fogging dan pemberantasan jentik&#45;jentik nyamuk di lingkungan yang ditemukan kasus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Deddy juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan fogging. Upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan tempat tinggal dengan menjaga kebersihan serta memastikan tidak ada tempat yang berpotensi menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah bersama untuk memutus rantai penyebaran DBD di Pekanbaru.***&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://wadahnews.com/assets/berita/original/58789319063-10722-news-dbd-di-pekanbaru-cap.jpg"/><pubDate>Wed, 12 Aug 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://wadahnews.com/news/detail/3183/534-kasus-dbd-di-pekanbaru-tuah-madani-jadi-wilayah-tertinggi</guid></item><item><title>Bangun Budaya Literasi, Dispusip Pekanbaru Gandeng Lapas Perempuan Kelas II A</title><link>https://wadahnews.com/news/detail/3182/bangun-budaya-literasi-dispusip-pekanbaru-gandeng-lapas-perempuan-kelas-ii-a</link><description>&lt;p&gt;Wadahnews.com– Budaya literasi terus diperluas hingga ke balik tembok lembaga pemasyarakatan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Pekanbaru bersinergi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Pekanbaru untuk memperkuat pembinaan literasi dan meningkatkan minat baca warga binaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sinergi tersebut diwujudkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pembinaan literasi dan minat baca bagi warga binaan. PKS ditandatangani Kepala Dispusip Kota Pekanbaru Drs H Muhammad Amin M.Si bersama Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru Endang Sriwati A.Md IP SH M.Si, Selasa (11/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Dispusip Pekanbaru Muhammad Amin mengatakan, kerja sama ini menjadi langkah untuk memperluas akses warga binaan terhadap buku dan berbagai sumber informasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kerja sama ini menjadi langkah untuk memperluas akses terhadap bahan bacaan, sekaligus mendukung pembinaan kepribadian dan pengembangan wawasan warga binaan,&quot; ujar Amin usai penandatanganan PKS di Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Amin, buku dan informasi memiliki peran penting dalam proses pembinaan. Meski berada dalam keterbatasan ruang gerak, warga binaan tetap harus mendapatkan kesempatan untuk membaca, belajar dan mengembangkan potensi diri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Literasi adalah hak setiap orang, termasuk warga binaan,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kerja sama ini, Dispusip Pekanbaru akan memperluas akses bahan bacaan bagi warga binaan. Salah satu bentuk dukungan dilakukan melalui layanan perpustakaan keliling atau Pusteling.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Layanan tersebut menghadirkan mobil perpustakaan dengan membawa beragam koleksi buku langsung ke lingkungan Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru. Dengan demikian, warga binaan dapat menikmati berbagai pilihan bacaan tanpa harus datang ke perpustakaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran Pusteling diharapkan tidak hanya mendorong minat baca, tetapi juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperluas wawasan dan menambah pengetahuan. Berbagai bahan bacaan juga diharapkan dapat memberikan informasi serta keterampilan yang bermanfaat bagi mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Amin menilai, budaya membaca dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat. Pengetahuan dan wawasan yang diperoleh selama masa pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal positif untuk menjalani kehidupan setelah masa pembinaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kerja sama ini dapat membuat akses literasi semakin terbuka bagi warga binaan. Dengan membaca dan terus belajar, mereka dapat memperoleh wawasan dan bekal yang bermanfaat untuk menjalani kehidupan setelah masa pembinaan,&quot; tutup Amin.***&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://wadahnews.com/assets/berita/original/18550920937-37704-news-dispusip-pekanbaru-j.jpeg"/><pubDate>Tue, 11 Aug 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://wadahnews.com/news/detail/3182/bangun-budaya-literasi-dispusip-pekanbaru-gandeng-lapas-perempuan-kelas-ii-a</guid></item></channel></rss>