Wadahnews.com– Ribuan Ketua RT dan Ketua RW terpilih di 83 kelurahan se-Kota Pekanbaru tidak akan langsung bekerja usai dilantik. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mewajibkan seluruh ketua lingkungan tersebut mengikuti retreat sebagai bekal sebelum turun melayani masyarakat.
Program pembekalan ini menjadi langkah awal Pemko untuk membentuk aparatur lingkungan yang memiliki kapasitas, integritas, serta pemahaman yang sama dalam menjalankan tugas sebagai ujung tombak pelayanan pemerintahan.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, pelantikan Ketua RT dan RW akan dimulai pekan ini secara bertahap, diawali dari Kecamatan Senapelan sebelum berlanjut ke 14 kecamatan lainnya.
"Pelantikan dimulai di Kecamatan Senapelan, setelah itu berlanjut ke kecamatan lainnya," ujar Agung, Senin (20/7/2026).
Usai dilantik, seluruh Ketua RT dan RW dipastikan mengikuti retreat. Meski lokasi pelaksanaannya masih dimatangkan, Agung memastikan kegiatan tersebut menjadi bagian penting sebelum para ketua lingkungan mulai menjalankan tugas.
Menurutnya, rencana pelantikan hingga retreat telah dibahas bersama para camat di 15 kecamatan agar seluruh tahapan berjalan lancar.
Agung menegaskan, para Ketua RT dan RW yang terpilih bukan hasil penunjukan semata. Mereka telah melewati proses seleksi melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilaksanakan serentak di setiap kelurahan.
"Tahapannya berlangsung serentak. Di setiap kelurahan ada tim uji kelayakan dan kepatutan," katanya.
Tim seleksi melibatkan berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kelurahan, hingga Tim Penggerak PKK. Proses ini dilakukan untuk memastikan Ketua RT dan RW yang terpilih memiliki kompetensi, integritas, serta mampu menjadi penghubung yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.
Melalui pembekalan tersebut, Pemko Pekanbaru berharap Ketua RT dan RW yang baru dapat langsung bekerja secara profesional, responsif terhadap persoalan warga, serta menjadi motor penggerak pembangunan di lingkungan masing-masing.***