Wadahnews.com— Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru menyiapkan program penghijauan kembali di sejumlah ruas jalan yang terdampak proyek pelebaran jalan.
Penghijauan akan dilakukan setelah seluruh pekerjaan fisik rampung. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keberadaan ruang hijau sekaligus mendukung program Green City di Kota Pekanbaru.
Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau untuk mendapatkan bibit pohon yang akan ditanam kembali di kawasan terdampak.
"Setelah pelebaran jalan selesai, kami akan meminta bibit pohon kepada Pemprov Riau untuk ditanam kembali di kawasan terdampak," ujar Reza, Sabtu (19/9/2026).
Proyek pelebaran jalan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Riau tersebut mencakup sejumlah ruas jalan protokol, di antaranya Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Sisingamangaraja, dan Jalan HR Soebrantas.
Reza menyebutkan, sebanyak 37 batang pohon terdampak proyek pelebaran jalan. Pohon-pohon tersebut terdiri dari beberapa jenis, seperti mahoni, ketapang, kayu putih, dan palem.
Pemindahan dilakukan secara bertahap dan hingga kini masih berlangsung. Pohon yang terdampak tidak langsung ditebang atau dibuang, tetapi dipindahkan ke lokasi lain yang membutuhkan penghijauan.
Beberapa di antaranya dipindahkan ke Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru di Tenayan Raya dan kawasan sekitar Stadion Utama Riau.
DLHK memastikan pemindahan pohon dilakukan melalui kajian dan prosedur teknis. Setiap pohon yang dipindahkan juga mendapatkan perawatan untuk meningkatkan peluang tumbuh kembali di lokasi baru.
Reza menegaskan, penanganan pohon terdampak proyek dilakukan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan.
"Pemindahan pohon ini melalui kajian terlebih dahulu, tidak dilakukan semena-mena. Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program Green City sesuai arahan Wali Kota Pekanbaru," kata Reza.***