Kanal

BMKG Ingatkan Potensi Karhutla Tahun Ini Lebih Berat

Wadahnews.com- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun ini diperkirakan lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Faisal saat konferensi pers usai apel siaga karhutla nasional di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Menurutnya, kondisi curah hujan tahun ini tercatat di bawah normal, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa.

“Curah hujan tahun ini berada di bawah normal. Karena itu kita harus bersiap menghadapi potensi karhutla yang tantangannya diprediksi lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Faisal, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah wilayah di sekitar garis khatulistiwa seperti Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat saat ini sedang memasuki fase yang disebut kemarau kecil. Pada periode ini, hujan masih berpotensi terjadi, namun hanya bersifat sesaat dan tidak merata.

“Di wilayah sekitar equator, seperti Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat, kondisinya kita sebut kemarau kecil. Sesekali masih ada hujan, tetapi tidak berlangsung lama,” jelasnya.

Faisal menyebutkan, puncak musim kemarau di wilayah tersebut diperkirakan terjadi pada periode Juni hingga Agustus. Kondisi ini dinilai perlu diantisipasi sejak dini oleh seluruh pihak terkait.

Untuk mengurangi risiko kekeringan yang dapat memicu karhutla, BMKG masih membuka kemungkinan melakukan penyemaian awan guna memicu turunnya hujan agar kondisi lahan tetap lembap.

“Selama masih memungkinkan, kita bisa melakukan penyemaian awan agar hujan turun sehingga tanah tetap basah,” ujarnya.

BMKG juga terus melakukan pemantauan kondisi cuaca secara intensif. Dalam upaya mitigasi bencana, lembaga tersebut bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan.

“Kami terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan bekerja sama dengan BNPB untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca di daerah-daerah yang rawan karhutla,” tutupnya. (Saf/mcr)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER