Wadahnews.com– Keterbatasan daya tampung SMP negeri di Kota Pekanbaru kembali menjadi tantangan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Dari sekitar 19.200 lulusan Sekolah Dasar (SD) tahun ini, hampir 4.000 siswa diperkirakan tidak dapat tertampung di sekolah negeri.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah antisipatif dengan menggandeng 23 sekolah swasta untuk menampung calon peserta didik yang tidak lolos ke SMP negeri. Melalui skema kemitraan yang telah disiapkan, siswa dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta tersebut secara gratis.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, total daya tampung SMP negeri pada tahun ini hanya mencapai 15.216 kursi. Sementara jumlah lulusan SD yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP mencapai sekitar 19.200 orang.
Dengan kondisi tersebut, terdapat selisih sekitar 3.984 siswa yang berpotensi tidak mendapatkan kursi di SMP negeri.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan pemerintah telah menyiapkan solusi agar seluruh lulusan SD tetap memperoleh akses pendidikan tanpa terkendala keterbatasan kuota sekolah negeri.
"Sekolah-sekolah tersebut menjadi opsi bagi calon peserta didik dalam SPMB tingkat SMP di Kota Pekanbaru," kata Markarius Anwar, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, peserta didik tidak hanya memiliki pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke SMP negeri, tetapi juga dapat memilih sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pekanbaru.
Saat ini, sebanyak 23 SMP swasta telah tergabung dalam program kemitraan yang difasilitasi Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.
"Untuk saat ini tercatat sekitar 23 SMP swasta telah masuk dalam skema kemitraan," ujarnya.
Markarius menjelaskan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan keterbatasan daya tampung yang hampir setiap tahun terjadi saat penerimaan peserta didik baru.
Selain menjadi solusi atas kekurangan kursi di sekolah negeri, program kemitraan ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses terbatas terhadap SMP negeri.
"Kita berupaya menyelesaikan persoalan wilayah yang kesulitan mengakses sekolah negeri. Sekolah swasta yang menjadi mitra pemerintah kota bisa menjadi opsi," jelasnya.
Ia menambahkan, skema kerja sama dengan sekolah swasta telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Petunjuk Teknis SPMB Tahun 2026. Pemerintah juga masih membuka peluang bagi sekolah swasta lainnya untuk bergabung dalam program tersebut.
Menurut Markarius, yang terpenting adalah memastikan tidak ada anak usia sekolah yang kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan hanya karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
"Jadi para calon peserta didik bisa langsung terakomodir. Jangan sampai ada yang tidak dapat sekolah," tegasnya.
Adapun sekolah yang tergabung dalam program kemitraan tersebut di antaranya SMP Telekomunikasi, SMP Taruna Satria, SMP IT Badrul Islam, SMP Plus Terpadu, SMP IT Al-Muhajirin, SMP Tri Bhakti, SMP Pekerti Mulya, SMP Islam YLPI, SMP Masmur, SMP Tunas Karya, SMP Nurul Falah, SMP Yabri Terpadu, SMP Widya Graha, SMP PGRI, SMP Dwi Sejahtera, SMP IT Masmur 2 School, SMP Nurul Falah Kulim, SMP Muhammadiyah 5, SMP Islam Nurul Hidayah, SMP Plus At Thoiba, SMP Bukit Raya, SMP IT Darul Fiy Azkya, dan SMP IT Aziziyyah.
Sementara itu, pelaksanaan SPMB 2026 di Kota Pekanbaru dilakukan melalui empat jalur penerimaan, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
Melalui kolaborasi dengan sekolah swasta tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru berharap seluruh lulusan SD dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP tanpa terkendala keterbatasan kuota maupun persoalan biaya pendidikan. ***