Kanal

Tangkapan Fantastis di Bengkalis, Narkoba Senilai Rp31 Miliar Diamankan

Wadahnews.com- Upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar di Riau kembali digagalkan aparat kepolisian. Polres Bengkalis berhasil menyita 15 kilogram sabu dan 40 ribu butir pil ekstasi dari jaringan yang dikendalikan narapidana di Lapas Nusakambangan.

Pengungkapan kasus ini mendapat apresiasi dari Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki, yang menyebutnya sebagai capaian spektakuler.

“Ini kasus cukup spektakuler yang diungkap jajaran Polres Bengkalis. Perlu menjadi catatan, Riau merupakan pintu gerbang kejahatan transnasional, khususnya narkotika,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolda Riau, Senin (30/3/2026).

Ia menegaskan, wilayah pesisir Riau menjadi perhatian serius karena kerap dimanfaatkan sebagai jalur masuk narkoba dari luar negeri ke Indonesia.

Sejumlah daerah rawan peredaran narkotika di Riau antara lain Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, dan Kota Dumai, termasuk jalur darat di wilayah barat, utara, dan timur.

“Barang bukti sabu sebanyak 15 kilogram dan ekstasi 40 ribu butir, dengan total nilai mencapai Rp31 miliar. Kami akan berkoordinasi dengan Kejaksaan agar pelaku dituntut maksimal,” tegas Hengki.

Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Siregar mengungkapkan, narkotika tersebut masuk dari Malaysia melalui jalur ilegal atau pelabuhan tikus di wilayah Bantan.

“Barang ini berasal dari Malaysia dan masuk melalui jalur tikus,” jelasnya.

Polisi telah mengamankan dua pelaku berinisial YA dan DPG di wilayah Limbungan, Kota Pekanbaru, pada 28 Maret 2026.

“Kami tidak ada toleransi terhadap peredaran narkotika di Bengkalis,” tegas Fahrian.

Dari hasil pengembangan, diketahui barang haram tersebut diperoleh dari pelaku lain berinisial A yang kini masih dalam pengejaran. Polisi juga tengah memburu jaringan lain yang terlibat.

Kasat Reserse Narkoba Polres Bengkalis, AKP Tidar Laksono, mengungkapkan bahwa jaringan ini dikendalikan oleh narapidana dari dalam Lapas Nusakambangan.

“Peredaran narkoba ini dikendalikan oleh napi di Nusakambangan,” ungkapnya.

Pengungkapan ini kembali menegaskan kompleksitas peredaran narkotika lintas negara yang masih menjadi ancaman serius, khususnya di wilayah pesisir Riau. (Saf/mcr)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER