Wadahnews.com– Pemerintah Provinsi Riau mulai memperketat kewaspadaan terhadap ancaman penyakit hewan menular. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Riau menggelar pemutakhiran Status Situasi Penyakit Hewan sebagai langkah strategis memperkuat pengendalian di lapangan.
Kegiatan ini melibatkan seluruh dinas peternakan kabupaten/kota se-Riau serta Pejabat Otoritas Veteriner (POV), guna menyatukan data dan memperkuat koordinasi lintas wilayah.
Kepala DPKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, menegaskan bahwa data yang akurat dan terkini menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit.
“Kalau data kita tidak diperbarui, penanganan bisa terlambat. Ini yang harus kita antisipasi,” ujarnya.
Ia menekankan, pemutakhiran data bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi dasar pengambilan keputusan cepat saat terjadi potensi wabah.
“Dengan data yang valid, kita bisa bergerak cepat dan tepat di lapangan,” tegasnya.
Selain itu, Mimi juga mengingatkan pentingnya memperkuat koordinasi antar daerah. Menurutnya, penyebaran penyakit hewan tidak mengenal batas wilayah, sehingga penanganannya harus dilakukan secara terintegrasi.
“Kita harus satu langkah. Jangan sampai ada celah koordinasi,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman terkait klasifikasi status penyakit hewan, mulai dari daerah bebas hingga kategori wabah. Tak hanya itu, strategi pengendalian seperti surveilans, vaksinasi, karantina, hingga manajemen risiko juga menjadi fokus pembahasan.
Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat agar setiap daerah rutin memperbarui status situasi penyakit hewan secara akurat dan berkala.
Melalui upaya ini, DPKH Riau berharap sistem pengawasan semakin kuat, sehingga potensi wabah bisa ditekan sejak dini dan tidak berdampak luas pada sektor peternakan.
“Tujuan akhirnya jelas, menjaga kesehatan hewan dan memastikan sektor peternakan tetap kuat,” tutup Mimi. (Saf/mcr)