Wadahnews.com– Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digulirkan pemerintah masih menghadapi tantangan besar di Kota Pekanbaru. Hingga pertengahan Mei 2026, jumlah warga yang telah memanfaatkan layanan tersebut baru mencapai sekitar 35 ribu orang, atau masih jauh dari total jumlah penduduk Pekanbaru yang mencapai 1,2 juta jiwa.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Diskes) terus mengintensifkan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Salah satu strategi yang akan diperkuat adalah pelayanan jemput bola dengan turun langsung ke lingkungan masyarakat.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedi Sambudi, mengakui capaian saat ini masih perlu didorong lebih maksimal agar manfaat program dapat dirasakan oleh lebih banyak warga.
"Hingga saat ini baru sekitar 35.000 warga yang mengikuti cek kesehatan gratis. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk terus meningkatkan capaiannya," kata Dedi Sambudi, Kamis (28/5/2026).
Meski demikian, Dedi menyebut tren capaian program tersebut menunjukkan perkembangan positif. Pada April 2026 lalu, jumlah masyarakat yang mengakses layanan CKG tercatat sekitar 18 ribu orang. Berkat gencarnya sosialisasi serta promosi yang dilakukan tenaga kesehatan di lapangan, jumlah peserta meningkat hampir dua kali lipat pada Mei 2026.
Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan mulai tumbuh. Namun, Diskes Pekanbaru menilai upaya edukasi dan pendekatan langsung kepada masyarakat masih harus terus diperkuat agar target yang ditetapkan pemerintah dapat tercapai.
Saat ini, Kota Pekanbaru berada di peringkat kesembilan dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau dalam capaian pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis. Posisi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran kesehatan untuk bekerja lebih keras meningkatkan angka partisipasi masyarakat.
"Kami ingin capaian ini terus meningkat. Target kami hingga akhir tahun nanti Pekanbaru bisa menjadi daerah dengan capaian terbaik dalam pelaksanaan program cek kesehatan gratis di Provinsi Riau," ujarnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Dinas Kesehatan akan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki, mulai dari puskesmas, puskesmas pembantu hingga tenaga kesehatan di lapangan. Mereka akan lebih aktif mendatangi masyarakat, memberikan edukasi kesehatan, sekaligus mengajak warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang telah disediakan pemerintah.
"Kami tidak ingin hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Ke depan petugas akan lebih aktif turun langsung ke lapangan, mengimbau sekaligus melakukan aksi nyata agar masyarakat mau memeriksakan kesehatannya," tegas Dedi.
Program Cek Kesehatan Gratis merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui deteksi dini berbagai penyakit. Dengan pemeriksaan rutin, berbagai risiko penyakit dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Masyarakat Kota Pekanbaru yang ingin memanfaatkan layanan ini dapat mendatangi 21 puskesmas serta sejumlah puskesmas pembantu yang tersebar di berbagai kecamatan. Seluruh layanan diberikan tanpa dipungut biaya sesuai ketentuan yang berlaku.
Diskes Pekanbaru berharap dukungan seluruh elemen masyarakat dapat mempercepat peningkatan capaian program tersebut.
Semakin banyak warga yang melakukan pemeriksaan kesehatan, semakin besar peluang untuk menciptakan masyarakat Pekanbaru yang sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Dengan sisa waktu yang masih cukup panjang hingga akhir tahun, Pemko Pekanbaru optimistis capaian Cek Kesehatan Gratis akan terus meningkat dan mampu menempatkan ibu kota Provinsi Riau tersebut sebagai salah satu daerah dengan partisipasi kesehatan masyarakat terbaik di wilayah Riau. ***