Wadahnews.com– Setelah tiga hari berjibaku melawan kobaran api di lahan gambut, tim gabungan akhirnya berhasil menuntaskan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Pulau Putri, Desa Sungai Segajah Jaya, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir. Kebakaran yang menghanguskan sekitar 7,5 hektare lahan kini dipastikan padam sepenuhnya.
Operasi pemadaman yang dimulai sejak Senin (13/7/2026) memasuki tahap akhir pada Rabu (15/7/2026). Fokus tim tidak hanya memadamkan api yang terlihat, tetapi juga memastikan tidak ada bara api yang tersisa di bawah permukaan lahan gambut.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan operasi berjalan sesuai rencana hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan.
"Pada hari ketiga, tim Manggala Agni Daops Dumai bersama para pihak berhasil menuntaskan operasi pemadaman di Sungai Segajah Jaya. Seluruh area seluas sekitar 7,5 hektare telah dipastikan padam sehingga operasi di lokasi dinyatakan selesai," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Personel Manggala Agni Daops Dumai bahu-membahu bersama TNI, Polri, BPBD Rokan Hilir, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat setempat dalam mengendalikan kebakaran agar tidak meluas.
Ferdian menjelaskan, karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh. Bara api yang tersembunyi di bawah permukaan tanah berpotensi memicu kebakaran kembali apabila tidak ditangani dengan baik.
"Penanganan di lahan gambut tidak cukup hanya memadamkan api yang tampak di permukaan. Pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak ada bara yang tersisa dan memicu kebakaran kembali," jelasnya.
Selama operasi, tim memanfaatkan sumber air dari parit di sekitar lokasi dengan dukungan berbagai peralatan pemadam, seperti mesin ministreker, mesin Z Power, serta pemantauan udara menggunakan drone untuk memastikan tidak muncul titik api baru.
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera turut mengapresiasi sinergi seluruh personel dan masyarakat yang terlibat dalam operasi tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel dan masyarakat yang telah bekerja sama. Sinergi yang baik menjadi kunci sehingga kebakaran dapat dikendalikan dengan cepat dan tidak meluas," kata Ferdian.
Meski operasi pemadaman telah dinyatakan selesai, masyarakat tetap diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mengingat musim kemarau masih berlangsung, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(Tin/mcr)