Wadahnews.com– Bupati Rokan Hilir (Rohil), H. Bistamam, mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terus berinovasi dan bertransformasi di era digital. Menurutnya, penguasaan teknologi, inovasi produk, serta tata kelola usaha yang modern menjadi kunci agar UMKM mampu menembus pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing.
Pesan itu disampaikan Bistamam saat membuka Workshop Laporan Keuangan Digital, Desain Kemasan, dan Peningkatan Kualitas Produksi UMKM di Aula IWAPI Rokan Hilir, Bagansiapiapi, Minggu (19/7/2026).
Workshop yang mengusung tema "Menguatkan Sinergi, Mendorong Inovasi, Mewujudkan UMKM Rokan Hilir yang Tangguh dan Berdaya Saing" tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, DPC IWAPI Rokan Hilir, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), dan Politeknik Negeri Bengkalis.
Bistamam menegaskan, perkembangan teknologi telah mengubah pola bisnis dan perilaku konsumen. Karena itu, pelaku UMKM tidak boleh hanya mengandalkan cara-cara konvensional, tetapi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Pelaku UMKM harus mampu mengelola keuangan secara digital, menciptakan inovasi produk, menghadirkan kemasan yang menarik, serta memanfaatkan pemasaran berbasis teknologi agar mampu bersaing di era ekonomi digital," ujar Bistamam.
Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan perguruan tinggi menjadi kekuatan besar dalam membangun UMKM yang tangguh. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha yang lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing di pasar regional maupun nasional.
"Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir akan terus membuka ruang kolaborasi dan mendukung berbagai program peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar mereka bisa naik kelas," katanya.
Direktur Politeknik Negeri Bengkalis, Johny Custer, mengatakan penguatan UMKM saat ini tidak cukup hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga harus dibarengi dengan kemampuan mengelola bisnis secara profesional melalui sistem keuangan digital, desain kemasan yang kompetitif, serta penerapan standar mutu.
Sementara itu, Manager Field Operation North PT Pertamina Hulu Rokan, Azumar Ridwan, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Community Involvement and Development (CID).
Sepanjang 2026, PHR telah menjalankan 11 program pemberdayaan di 39 desa pada sembilan kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir dengan sekitar 800 penerima manfaat langsung, meningkat sekitar 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Program tersebut mencakup pengembangan UMKM, pelatihan keterampilan, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan sektor perikanan, pemberian beasiswa pendidikan, hingga pelatihan sertifikasi tenaga kerja. Selain itu, PHR juga telah membentuk 16 kelompok usaha baru dan menyelenggarakan 66 kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat.
Ketua DPC IWAPI Rokan Hilir yang juga Anggota DPR RI, Dr. Hj. Karmila Sari, menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Oleh karena itu, digitalisasi, inovasi produk, penguatan manajemen usaha, serta peningkatan kualitas kemasan harus terus didorong agar pelaku UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah plastik menjadi produk bernilai tambah, sekaligus memperluas akses promosi produk lokal melalui berbagai kegiatan.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Bistamam secara resmi membuka workshop dan mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah wawasan, meningkatkan kompetensi, serta membangun jejaring usaha.
"Semoga melalui kegiatan ini lahir UMKM Rohil yang semakin inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menembus pasar digital sehingga menjadi motor penggerak perekonomian daerah," tutupnya.
Workshop diikuti sekitar 200 pelaku UMKM dari berbagai kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir. Turut hadir Ketua DPC IWAPI Rokan Hilir Dr. Hj. Karmila Sari, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Rohil Tatik Sri Rahayu Bistamam, Sekretaris Daerah Fauzi Efrizal, kepala OPD, manajemen PT Pertamina Hulu Rokan, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis Johny Custer, akademisi, serta para pelaku UMKM.(Tin/mcr)