Kanal

Inflasi Riau Agustus 2026 Capai 3,27 Persen, Emas dan Daging Ayam Jadi Pemicu

Wadahnews.com— Inflasi Provinsi Riau pada Agustus 2026 mencapai 3,27 persen secara tahunan (year on year/y-on-y). Angka tersebut berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 113,54.

Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengatakan secara bulanan Riau mengalami inflasi sebesar 0,31 persen. Sementara itu, inflasi sepanjang tahun berjalan atau year-to-date (y-to-d) tercatat 1,19 persen.

"Inflasi tahunan Riau terjadi seiring kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran," ujar Asep dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Selasa (1/9/2026).

Dari empat kabupaten/kota yang menjadi wilayah pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Riau, Tembilahan mencatat inflasi tahunan tertinggi.

Inflasi Tembilahan mencapai 4,53 persen dengan IHK sebesar 114,23. Sementara itu, Kota Pekanbaru mencatat inflasi terendah, yakni 2,94 persen dengan IHK 112,58.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, kenaikan harga tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang mencapai 10,01 persen.

Selanjutnya, kelompok transportasi mengalami kenaikan sebesar 4,63 persen, kesehatan 3,38 persen, serta makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,34 persen.

Meski bukan kelompok dengan kenaikan tertinggi, makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang andil terbesar terhadap inflasi tahunan Riau, yakni 1,11 persen.

Sejumlah komoditas tercatat memberikan tekanan terhadap inflasi year-on-year. Di antaranya emas perhiasan, daging ayam ras dan ayam hidup, bensin, cabai merah, cabai rawit, serta minyak goreng.

Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas ikan seperti ikan patin, ikan serai, ikan tongkol, dan ikan lele. Komoditas lainnya yang turut memberikan andil yakni nasi dengan lauk, rokok kretek mesin (SKM), serta tarif angkutan udara.

Di sisi lain, laju inflasi Riau masih tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas.
Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain bawang merah, bawang putih, jengkol, buncis, kentang, petai, tempe, ketimun, dan kacang panjang.
Penurunan harga juga terjadi pada sabun detergen bubuk.

BPS Riau mencatat pergerakan harga berbagai komoditas tersebut menjadi bagian dari dinamika inflasi sepanjang Agustus 2026. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan harga, terutama komoditas pangan yang berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.(Saf/mcr)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER