Kanal

Udara Pekanbaru Tak Sehat, Pemko Bagikan Masker Gratis untuk Pelajar dan Lansia

Wadahnews.com— Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bergerak cepat mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali memengaruhi kualitas udara di Kota Pekanbaru.

Seiring kondisi udara yang berada pada kategori tidak sehat, Pemko Pekanbaru menyiapkan masker gratis bagi masyarakat, dengan prioritas utama pelajar dan warga lanjut usia (lansia).

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan terhadap dampak paparan asap. Karena itu, perlindungan bagi kelompok tersebut menjadi prioritas pemerintah.

"Konsep kami, minimal di anak sekolah dulu. Seluruh siswa SD dan SMP harus kita siapkan maskernya. Yang rentan itu anak-anak dan orang tua, jadi mereka yang kami berikan masker secara cuma-cuma," ujar Markarius, Jumat (4/9/2026).

Ia menyebutkan, pembagian masker tidak hanya menyasar pelajar dan lansia. Penyaluran kepada masyarakat luas juga akan dilakukan secara bertahap sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Tak hanya membagikan masker, Pemko Pekanbaru juga memperkuat kesiapsiagaan dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Provinsi Riau dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pemko bahkan telah mengajukan bantuan tambahan berupa peralatan dan kebutuhan penunjang lainnya kepada BNPB untuk memperkuat kapasitas penanganan kabut asap di daerah.

"Kami sudah mengajukan bantuan peralatan dan kebutuhan penunjang lainnya ke BNPB guna memperkuat kapasitas penanganan kabut asap di daerah," jelasnya.

Markarius menjelaskan, kondisi kabut asap di Pekanbaru saat ini masih terjadi secara hilang timbul. Menurutnya, asap yang masuk ke wilayah kota dipengaruhi arah angin yang membawa asap dari daerah lain.

Meski demikian, ia memastikan tidak terdapat titik api (hotspot) di wilayah Kota Pekanbaru.

"Untuk titik api di wilayah Pekanbaru kami pastikan sudah tidak ada. Kabut asap yang masih dirasakan masyarakat ini merupakan kiriman dari kebakaran lahan di beberapa provinsi tetangga," pungkasnya.***

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER