Wadahnews.com— Hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru dan sekitarnya membawa dampak positif terhadap kualitas udara. Pada Jumat (11/9/2026), kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau itu kembali berada dalam kategori sehat.
Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan membaiknya kualitas udara patut disyukuri setelah beberapa waktu terakhir warga sempat menghadapi kabut asap.
"Alhamdulillah hujan mengguyur kota, kita bersyukur kualitas udara pun membaik," kata Zulhelmi.
Meski kondisi udara membaik, pemerintah kota tetap memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak kabut asap berjalan. Sebanyak 21 puskesmas di Pekanbaru masih disiagakan untuk melayani warga, khususnya mereka yang mengalami gangguan pernapasan.
"Kami menyiapkan obat-obatan bagi pasien ISPA. Di RSD Madani juga tersedia fasilitas nebulizer bagi pasien yang membutuhkan," jelasnya.
Zulhelmi menyebut saat ini tidak ditemukan lagi titik panas atau hotspot di wilayah Pekanbaru. Kabut asap yang sempat menyelimuti kota dalam beberapa hari terakhir juga diduga merupakan asap kiriman dari daerah sekitar.
"Untuk di Pekanbaru saat ini sudah zero hotspot. Asap yang ada sebelumnya merupakan kiriman dari daerah sekitar, bukan dari kebakaran lahan di dalam kota," ujarnya.
Ia berharap hujan yang turun dapat membantu mengakhiri persoalan kabut asap yang sempat mengganggu aktivitas masyarakat.
"Kami berharap dengan kondisi ini, bencana kabut asap segera berakhir," katanya.
Namun, Zulhelmi mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah, terutama di kawasan yang memiliki lahan gambut.
Menurutnya, pembakaran sampah dapat menjadi pemicu awal munculnya kebakaran lahan, terutama ketika kondisi lahan mudah terbakar.
"Di beberapa tempat yang bertanah gambut, pemicu awalnya sering kali dari pembakaran sampah. Hal ini yang terus kami ingatkan kepada warga," tegasnya.***