Wadahnews.com— Harga cabai merah di Kota Pekanbaru menembus Rp100.000 per kilogram. Kenaikan yang berlangsung selama tiga pekan terakhir itu mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya dan menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi di Kota Pekanbaru.
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kini berupaya mencari pasokan tambahan dari daerah penghasil cabai merah untuk menjaga ketersediaan stok sekaligus menekan kenaikan harga di pasaran.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan pemerintah harus segera mengambil langkah untuk memastikan kebutuhan cabai merah masyarakat tetap terpenuhi.
“Kondisi ini harus kita sikapi dengan baik agar suplai cabai merah di Kota Pekanbaru bisa terpenuhi,” ujar Markarius, Sabtu (10/10/2026).
Ia menyebutkan, Wali Kota Pekanbaru telah memberikan arahan agar jajarannya segera menindaklanjuti lonjakan harga tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat kerja sama antardaerah dengan wilayah penghasil cabai merah.
Markarius mengatakan, dirinya telah meminta Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru menjalin komunikasi dengan sejumlah daerah sentra produksi untuk memastikan kelancaran pasokan.
“Kami sudah berkomunikasi dengan sekretaris daerah di Aceh terkait rencana panen raya di sana, sehingga mereka bisa menyuplai ke Pekanbaru,” jelasnya.
Selain Aceh, Pemko Pekanbaru juga menjalin komunikasi dengan sejumlah daerah penghasil cabai merah di Provinsi Sumatera Barat, di antaranya Kabupaten Tanah Datar, Agam, dan Solok.
Menurut Markarius, langkah tersebut merupakan upaya menjemput pasokan langsung dari daerah penghasil agar kebutuhan cabai merah di Pekanbaru dapat terpenuhi.
Pemko berharap kerja sama antardaerah ini dapat menjaga kelancaran distribusi dan menambah pasokan cabai merah di pasaran. Dengan demikian, tekanan kenaikan harga komoditas tersebut diharapkan dapat dikendalikan.
“Kami berharap lewat kerja sama ini suplai cabai merah kita bisa terjaga dan harganya tidak naik lagi,” pungkasnya.***