Kanal

Plt Gubri SF Hariyanto dan Menhut Raja Juli Cek Pemadaman Gambut Kerumutan

Wadahnews.com— Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, terus diperkuat. Meski kobaran api telah berhasil dikendalikan, proses pendinginan masih dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meninjau langsung lokasi karhutla di kawasan Kerumutan, Jumat (28/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat kondisi terkini sekaligus memantau proses pendinginan yang dilakukan tim gabungan di lapangan.

Raja Juli mengatakan, Riau menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam penanganan karhutla. Luasnya hamparan lahan gambut membuat proses pemadaman tidak mudah dan membutuhkan penanganan secara menyeluruh.

“Riau menjadi salah satu provinsi prioritas karena kita lihat bersama tanah di sini merupakan tanah gambut. Pemadaman di tanah gambut ini tidak mudah, sehingga diperlukan proses pendinginan seperti sekarang ini,” ujar Raja Juli.

Menurutnya, asap yang masih terlihat di sejumlah titik menjadi tanda bahwa proses pendinginan belum dapat dihentikan. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena api dapat kembali muncul dari bawah permukaan gambut.

“Kalau dilihat ini sudah tinggal asap saja, tetapi jika tidak dilakukan pendinginan, api bisa muncul kembali kapan saja. Makanya, saya minta supaya semuanya tetap waspada,” jelasnya.

Raja Juli juga mengapresiasi kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla di Kerumutan. Menurutnya, pengendalian kebakaran di lahan gambut membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan kerja bersama di lapangan.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Mulai dari Pak Pangdam, Pak Kapolda, BPBD, Manggala Agni, hingga seluruh elemen yang telah bersama-sama memadamkan api,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat. Masyarakat serta korporasi yang beraktivitas di sekitar kawasan rawan kebakaran juga memiliki peran penting dalam mencegah munculnya titik api.

Raja Juli meminta seluruh pihak menghentikan aktivitas pembakaran lahan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi lahan yang rentan terbakar.

“Sekali lagi, ini pekerjaan pemadaman yang sangat berat. Saya ingatkan kepada masyarakat ataupun korporasi yang masih bermain api, mohon segera dihentikan,” tegasnya.

Selain pemadaman dan pencegahan, Raja Juli menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan. Menurutnya, langkah hukum harus berjalan beriringan dengan upaya penanggulangan karhutla.

“Tadi disampaikan Pak Kapolda sudah ada satu tersangka untuk daerah sini. Sesuai perintah Pak Presiden, penegakan hukum harus jelas dan dilakukan tanpa pandang bulu,” terangnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan keberhasilan pengendalian karhutla di Kerumutan merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Tidak ada satu institusi yang dapat mengklaim keberhasilan tersebut secara sendiri.

“Keberhasilan ini bukanlah milik perorangan dan bukan hanya keberhasilan TNI, Polri, serta pemerintah saja, melainkan keberhasilan kita bersama seluruh elemen masyarakat Riau. Gotong royong merupakan kunci mendasar dalam penanganan karhutla di Riau,” pungkas SF Hariyanto.(Saf/mcr)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER