Wadahnews.com— Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mempercepat penyaluran seragam sekolah gratis bagi puluhan ribu peserta didik baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Langkah tersebut dilakukan setelah Pemko Pekanbaru mendapati masih ada sejumlah siswa yang belum menerima seragam saat kembali masuk sekolah pada hari pertama setelah pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kabut asap.
“Kami melihat masih ada anak-anak yang menunggu seragam sekolahnya,” ujar Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, usai memimpin upacara hari pertama sekolah di SMPN 22 Pekanbaru, Senin (31/8/2026).
Agung mengatakan, setiap peserta didik akan mendapatkan tiga stel seragam secara gratis. Siswa SD akan menerima seragam merah-putih, sementara siswa SMP mendapatkan seragam biru-putih.
Selain seragam utama, para siswa juga akan memperoleh seragam olahraga dan seragam Pramuka.
Menurut Agung, program tersebut merupakan bentuk komitmen Pemko Pekanbaru dalam meringankan beban ekonomi orang tua dan wali murid, khususnya keluarga yang memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah.
“Tidak semua orang tua di Pekanbaru memiliki kemampuan finansial untuk membeli seragam. Oleh karena itu, pemerintah hadir memberikan sekolah gratis, termasuk penghapusan Lembar Kerja Siswa (LKS),” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, menyebutkan sekitar 9.800 siswa SD dan 11.000 siswa SMP terdata sebagai penerima seragam gratis tersebut.
Ia mengatakan, proses produksi seragam saat ini masih berlangsung. Pemko Pekanbaru menargetkan seluruh seragam dapat disalurkan kepada siswa paling lambat Oktober 2026.
“Sesuai kontrak, target penyelesaian paling lambat bulan Oktober. Saat ini proses pembuatan sedang berlangsung karena seluruh data ukuran pakaian siswa sudah kami terima,” jelas Jamal.
Jamal menambahkan, Pemko Pekanbaru akan mengevaluasi mekanisme pengadaan seragam untuk tahun-tahun berikutnya agar penyalurannya dapat dilakukan lebih awal.
Menurutnya, pengadaan tahun ini baru dimulai pada Juli karena pada awalnya program tersebut hanya dialokasikan bagi siswa dari jalur afirmasi. Namun, kebijakan kemudian diperluas sehingga seluruh peserta didik baru menjadi penerima.
“Tahun ini pengadaan baru dimulai Juli karena awalnya dialokasikan hanya untuk jalur afirmasi sebelum akhirnya diperluas ke seluruh siswa. Ke depan, jika anggaran tersedia, pengukuran seragam akan dilakukan saat pendaftaran ulang sehingga pada Agustus sudah bisa dibagikan,” pungkasnya.***