Wadahnews.com— Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan pembangunan sektor pertanian dan perkebunan tidak cukup hanya mengejar peningkatan produksi. Lebih dari itu, pertumbuhan sektor tersebut harus mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memastikan mereka ikut menikmati nilai tambah ekonomi yang dihasilkan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Supriyadi, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Selasa (1/9/2026).
"Selain inflasi, kita juga perlu memberikan perhatian besar kepada Nilai Tukar Petani. Riau adalah daerah dengan basis ekonomi yang sangat kuat pada sektor pertanian dan perkebunan," ujar Supriyadi.
Supriyadi mengatakan, salah satu indikator yang menggambarkan kondisi kesejahteraan petani adalah Nilai Tukar Petani (NTP). Pada Agustus 2026, NTP Riau tercatat meningkat 0,19 persen, dari 194,29 pada Juli menjadi 194,66.
Kenaikan tersebut ditopang oleh indeks harga yang diterima petani yang tumbuh 0,46 persen, lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani yang naik 0,26 persen.
Selain NTP, indikator Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga menunjukkan tren positif. NTUP Riau naik 0,19 persen, dari 189,04 pada Juli menjadi 189,41 pada Agustus 2026.
Sementara itu, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di wilayah perdesaan Riau meningkat 0,27 persen. Kenaikan tersebut antara lain dipengaruhi kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga yang naik 0,43 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,36 persen.
Menurut Supriyadi, berbagai indikator ekonomi tersebut menjadi bahan penting bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan. Data statistik diperlukan agar program yang dijalankan benar-benar mampu menjawab kebutuhan petani.
Intervensi tidak hanya diarahkan pada peningkatan produktivitas, tetapi juga bagaimana produk pertanian dan perkebunan dapat memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Pemprov Riau, lanjutnya, berkomitmen mengawal pembangunan sektor pertanian dan perkebunan sesuai arah RPJMD Riau 2025–2029.
"Kita ingin memastikan bahwa petani tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga menjadi bagian yang menikmati nilai tambah dari perkembangan ekonomi daerah," pungkasnya.
Dengan demikian, peningkatan produksi pertanian di Riau diharapkan tidak berhenti pada pertumbuhan angka statistik, tetapi turut bermuara pada peningkatan pendapatan, daya beli, dan kesejahteraan masyarakat petani.(Saf/mcr)