Wadahnews.com– Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Rengat–Pekanbaru terus melaju. Hingga April 2026, progres konstruksi Seksi Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru telah mencapai 76,30 persen, sementara pembebasan lahannya sudah menembus 85,08 persen.
Jika rampung, ruas tol ini bakal menjadi urat nadi baru konektivitas Riau sekaligus mempercepat arus logistik dan mobilitas masyarakat di Pulau Sumatra.
Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, Hamdani, mengatakan ruas tol sepanjang 30,57 kilometer itu akan menjadi simpul utama penghubung jaringan jalan tol di wilayah Riau.
Ruas tersebut dibagi menjadi tiga seksi, yakni Junction Pekanbaru–Rimbo Panjang sepanjang 5,70 kilometer, Rimbo Panjang–Siak sepanjang 11,70 kilometer, dan Siak–Bypass Pekanbaru sepanjang 13,17 kilometer.
“Seluruh tahapan konstruksi tetap mengedepankan standar mutu, keselamatan kerja, dan target penyelesaian sesuai jadwal,” ujar Hamdani, Kamis (7/5/2026).
Saat ini, pengerjaan proyek dilakukan secara paralel di sejumlah titik. Berbagai pekerjaan utama terus dikebut, mulai dari Common Borrow Material (CBM), separator layer, Abutment Pile Slab, pemancangan spun pile, Lean Concrete (LC), hingga pengecoran rigid pavement.
Tak hanya pembangunan fisik, rekayasa lalu lintas juga mulai diterapkan untuk mendukung percepatan proyek. Mulai 2 Mei hingga 31 Oktober 2026, dilakukan penutupan jalur bertahap di Jalan Raya Pekanbaru–Bangkinang KM 16 guna pengerjaan Intersection Rimbo Panjang pada proyek Tol Lingkar Pekanbaru.
Hamdani menegaskan, percepatan pembangunan ruas tersebut merupakan bagian dari komitmen Hutama Karya dalam menuntaskan jaringan JTTS sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami terus mengoptimalkan progres konstruksi dengan tetap mengedepankan kualitas pekerjaan dan keselamatan di lapangan. Ruas ini akan menjadi simpul penting yang mengintegrasikan jaringan tol di wilayah Riau,” katanya.
Kehadiran ruas tol ini nantinya diproyeksikan memangkas waktu tempuh perjalanan, memperlancar distribusi logistik, hingga membuka akses pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumatra.
Secara strategis, ruas Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru akan menghubungkan Jalan Tol Pekanbaru–Dumai dengan ruas Pekanbaru–XIII Koto Kampar. Jika seluruh ruas telah beroperasi penuh, perjalanan antarwilayah dapat dilakukan tanpa harus keluar ke jalan nasional.
Selain mengurangi kemacetan di jalur utama, jalan tol ini juga diyakini mampu menekan biaya logistik dan meningkatkan mobilitas masyarakat di Riau.
Hutama Karya pun mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di sekitar area proyek serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas selama proses pembangunan berlangsung.(Saf/mcr)