• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • RIAU
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
  • Berita Pilihan
  • Terpopuler
  • Advetorial
  • Galeri
  • Indeks
×
  • Beranda
  • Daerah
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Pelalawan
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rohul
  • Rohil
  • Inhu
  • Inhil
  • Kuansing
  • Meranti
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Galeri
  • Indeks
BERITA PILIHAN Index
Cegah Penularan HIV, Pekanbaru Buka Layanan VCT Gratis di 21 Puskesmas
Cegah Penularan HIV, Pekanbaru Buka Layanan VCT Gratis di 21 Puskesmas
Program 3 Juta Rumah Antar Pekanbaru Raih Juara II
Program 3 Juta Rumah Antar Pekanbaru Raih Juara II
534 Kasus DBD di Pekanbaru, Tuah Madani Jadi Wilayah Tertinggi
534 Kasus DBD di Pekanbaru, Tuah Madani Jadi Wilayah Tertinggi
HUKRIM Index
Bea Cukai Bengkalis Bongkar Modus Baru Penyelundupan, 652 iPhone Ilegal Disita
Bea Cukai Bengkalis Bongkar Modus Baru Penyelundupan, 652 iPhone Ilegal Disita
Polda Riau Ringkus 525 Pelaku Kejahatan Jalanan, 1.333 Kasus C3 Terungkap
Polda Riau Ringkus 525 Pelaku Kejahatan Jalanan, 1.333 Kasus C3 Terungkap
Berantas PETI, Tim Gabungan Musnahkan 145 Rakit Tambang Ilegal di Sungai Kuantan
Berantas PETI, Tim Gabungan Musnahkan 145 Rakit Tambang Ilegal di Sungai Kuantan
OLAHRAGA Index
PSPS Cari Calon Bintang Baru, Piala Soeratin Riau Jadi Ajang Seleksi EPA
PSPS Cari Calon Bintang Baru, Piala Soeratin Riau Jadi Ajang Seleksi EPA
Dukung Argentina, Agung Tetap Hormati Spanyol Sang Juara Dunia 2026
Dukung Argentina, Agung Tetap Hormati Spanyol Sang Juara Dunia 2026
Dari Persiraja ke PSPS, Akhyar Ilyas Emban Misi Besar ke Liga 1
Dari Persiraja ke PSPS, Akhyar Ilyas Emban Misi Besar ke Liga 1
  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Gali Informasi Ketahanan Pangan, DPRD Kota Payakumbuh Kunjungi Disketapang Pekanbaru

Redaksi

Rabu, 15 Februari 2023 17:00:27 WIB
Cetak
Gali Informasi Ketahanan Pangan, DPRD Kota Payakumbuh Kunjungi Disketapang Pekanbaru
Foto: Diskatapang Pekanbaru terima kunjungan DPRD Kota Payakumbuh

Wadahnews.com- Gali Informasi tentang ketahanan pangan, DPRD Kota Payakumbuh berkunjung ke Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Pekanbaru. Selasa (14/2).

Kedatangan rombongan DPRD ini terdiri dari 4 orang anggota dari berbagai komisi dan fraksi yang disambut oleh Sekretaris Disketapang Kota Pekanbaru, Adi Lesmana didampingi para Kepala Bidang, di antaranya Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Ismail S.Pi, Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna SH, M.Si serta Kepala Bidang Keamanan dan Konsumsi Pangan Yarnengsih Alam dan staf.

''Kedatangan kami kesini ingin mencari informasi terkait upaya meningkatkan ketahanan pangan di Kota Pekanbaru. Jadi, kalau ada gebrakan dan terobosan baru tentu akan turun kita kembangkan di Kota Payakumbuh,'' ujar Maharnis Zul, yang memimpin rombongan yang hadir di kantor Disketapang Pekanbaru.

Menurut Maharnis, meskipun Payakumbuh dikenal sebagai daerah penghasil produk pangan. Namun, pihaknya tentu akan terus belajar untuk melihat apa yang baik di daerah lain. Sehingga bisa ikut dilakukan juga di Payakumbuh.

''Sebelum ini, kami sudah sampai ke Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melihat budidaya pertanian padi. Di sana, produksi padinya 8 ton se hektare. Kita masih 4 ton. Kalau kita bisa capai 6 ton saja, kita sudah surplus dan swasembada. Artinya, petani kita sejahtera,'' jelas anggota Fraksi PAN tersebut.  

Darinya mengaku, dari kunjungan di Pekanbaru ini banyak pelajaran yang didapat dan sangat bagus untuk diterapkan didaerahnya.

''Ternyata memang benar, kita mendapatkan banyak sekali hal-hal baru terkait pengelolaan ketahanan pangan ini di Pekanbaru. Tadi ada banyak sekali istilah baru yang saya pikir sangat bisa  kita adopsi di Pemerintah daerah di Payakumbuh. Ada program pangan murah, ada Pangan keliling, Si Cantig, itu baru dan menarik bagi kami,'' ulas Maharnis.

Dikatakan dia, selain program yang berkaitan dengan ketahanan pangan, tentu saja, Payakumbuh juga berupaya melakukan peningkatan nilai produk dengan melihat peluang untuk produk turunan.

''Memang kami punya lahan, dan kami bisa menghasilkan berbagai produksi pangan. Tapi untuk meningkatkan kualitas, kami masih perlu belajar. misalnya, mengolah bahan mentah menjadi barang jadi, kami perlu belajar dari banyak daerah, termasuk di Pekanbaru ini,'' kata dia.

Dia mencontohkan untuk ubi. Payakumbuh, sebut dia merupakan daerah penghasil ubi. ''Kita jual ubi mentah itu Rp3.000 per kilogram, tapi setelah diolah harganya melonjak sangat jauh, menjadi Rp40.000 per kilogram, atau naik sampai 400 persen,  mungkin ketika sampai di Pekanbaru menjadi Rp60.000 per kilogram, kita melihat peluang dan daya dukung serta apa yang telah dilaksanakan dan apa yang masih bisa dilakukan di Payakumbuh lagi,'' tutupnya.

Ditempat yang sama Sekretaris Disketapang Pekanbaru, Adi Lesmana mengungkapkan, bahwa ada banyak program yang telah dilaksanakan di Kota Pekanbaru dan ada yang pastinya sudah dilaksanakan di Kota Payakumbuh.

" Pekanbaru ini bukan daerah yang  penghasil utama sektor pangan dan pertanian. Untuk itu Disketapang harus lebih mengedepankan upaya peningkatan ketahanan pangan melalui program yang dikelola. Hal ini untuk memastikan ketersediaan pangan yang tercukupi dan layak dikonsumsi masyarakat. Selain itu program yang ada  tentu harus mampu membantu pemerintah daerah untuk menekan inflasi," ujarnya.

Hal senada juga ditambahkan Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Ismail, untuk meningkatkan ketahanan pangan di Pekanbaru pihaknya banyak memiliki program andalan. Yakni adanya 160 Kelompok Wanita Tani (KWT).

''Kita di Pekanbaru memiliki 160 KWT yang terdiri dari yang aktif, maju dan berkembang, namun ada juga yang tidak. Jadi, untuk mendorong kemajuan jangka panjang dari keberadaan KWT ini, kita dukung dengan cara memberikan pelatihan dan pembinaan manajerial,'' ungkap Ismail.

Ismail juga menjelaskan, Disketapang Pekanbaru juga mengelola lokasi cadangan pangan terintegrasi atau yang lebih dikenal dengan singkatan siCANTIG, Pekarangan Pangan Lestari (P2L) serta program terbaru yang diinisiasi untuk mencegah tingginya laju inflasi, yang diberi nama Gertam (Gerakan Tanam) yang difokuskan untuk penanaman cabai dan bawang merah.

"Untuk KWT sendiri memang ada dua penekanan dan pemahaman yang kita berikan kepada para petani, yakni meningkatkan kemampuan untuk bertani, serta mengembangkan kemampuan manajerial dalam mengelola usaha pertanian. Dengan harapan, usaha-usaha pertanian yang mendapat bantuan dari program pemerintah ini hendaknya bisa terus berkembang dan makin besar lagi," harapnya.

Ikut melengkapi, Kabid Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna SH, M.Si yang menjelaskan tentang beberapa program yang dikelola terkait kemudahan untuk distribusi pangan.

''Kami mengelola Outlet diberi nama Puan Berseri, yang mana outlet ini menyediakan kebutuhan pangan untuk masyarakat dengan harga yang relatif lebih bagus,''ungkap Dinal.

Dia mencontohkan, untuk beras sendiri Pekanbaru memang tidak punya lahan pertanian. Kita di Puan Berseri menjual serba murah. Caranya kita membeli dari distributor beras dari Payakumbuh, dan kita tak ambil untung, biaya pekerja juga menggunakan THL, jadi tak bayar, sehingga biaya penjualan bisa ditekan,'' kata dia.

''Begitu juga kita kerja sama dengan Bulog, mereka punya beras import dari Thailand, karena kebetulan warga kita di Pekanbaru ini kan sukanya beras PARA, yang berderai, ya kita beri harga yang lebih bagus untuk membantu,'' ungkap dia.

Selain itu, pada Outlet Puan Berseri, setiap akhir pekannya bersamaan dengan pelaksanaan Car Free Day, juga ada aktivitas pangan murah yang dilakukan Puan Berseri serta para petani sayuran.

''Kalau di arena ini selalu ramai, biasanya sayuran yang segar-segar itu selalu habis terjual. Hal ini sejalan dengan kehadiran Bapanas yang saat ini rutin melaksanakan program Gerakan Pangan Murah (GPM). Itu disubsidi Bapanas untuk tenda dan ongkos angkut. Kita pinjam barang dari distributor, kita jual kan, kita terbantulah dengan program ini,'' paparnya.

Sebagai informasi, tahun lalu Disketapang melaksanakan GPM sebanyak 4 kali. Namun, untuk tahun 2023 ini alokasi kegiatan memang cenderung meningkat yakni sebanyak 24 kali GPM.

"Tahun ini sudah kita laksanakan sebanyak dua kali. Kegiatan seperti ini tentu sangat membantu lah bagi masyarakat," tutupnya.
 


 Editor : Ynt

Ikuti Wadahnews.com


WadahNews.com

TULIS KOMENTAR Index

BERITA LAINNYA Index
Daerah

Cegah Penularan HIV, Pekanbaru Buka Layanan VCT Gratis di 21 Puskesmas

14
84+
Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:35:00 WIB
Daerah

DLHK Pekanbaru Buru TPS Liar, Pengawasan di Perbatasan Diperketat

14
84+
Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:30:00 WIB
Daerah

534 Kasus DBD di Pekanbaru, Tuah Madani Jadi Wilayah Tertinggi

14
84+
Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:00:00 WIB
Daerah

Bangun Budaya Literasi, Dispusip Pekanbaru Gandeng Lapas Perempuan Kelas II A

14
84+
Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:00:00 WIB
Daerah

DPRD-BPN Pekanbaru Tegas: HGB Kanto STC Tak Bisa Diperpanjang

14
84+
Senin, 10 Agustus 2026 - 20:00:00 WIB
Daerah

Suspek Dengue Tembus 42 Kasus, Pekanbaru Perketat Kewaspadaan

14
84+
Senin, 10 Agustus 2026 - 20:35:00 WIB

TERKINI Index
Cegah Penularan HIV, Pekanbaru Buka Layanan VCT Gratis di 21 Puskesmas
13 Agustus 2026
Program 3 Juta Rumah Antar Pekanbaru Raih Juara II
13 Agustus 2026
534 Kasus DBD di Pekanbaru, Tuah Madani Jadi Wilayah Tertinggi
12 Agustus 2026
DLHK Pekanbaru Buru TPS Liar, Pengawasan di Perbatasan Diperketat
12 Agustus 2026
Wako Agung Pastikan Pasar Higienis Pekanbaru Segera Direnovasi
11 Agustus 2026
Bangun Budaya Literasi, Dispusip Pekanbaru Gandeng Lapas Perempuan Kelas II A
11 Agustus 2026
MPQ Indonesia Perluas Dakwah Al-Qur’an, Lansia Jadi Perhatian
10 Agustus 2026
Suspek Dengue Tembus 42 Kasus, Pekanbaru Perketat Kewaspadaan
10 Agustus 2026
DPRD-BPN Pekanbaru Tegas: HGB Kanto STC Tak Bisa Diperpanjang
10 Agustus 2026
Riau Masuk Zona Prioritas Karhutla Nasional, 15.477 Hektare Terdampak
10 Agustus 2026
TERPOPULER Index
  • 01
    Logo Baru, Semangat Baru! Pemprov Riau Umumkan Identitas Resmi HUT ke-69
  • 02
    Kuota SMP Negeri Tak Mencukupi, Pemko Gandeng 23 Sekolah Swasta Tampung Siswa Gratis
  • 03
    Pekanbaru Genap 242 Tahun, KolaborAksi Berbuah Prestasi dan Kado Rekor MURI
  • 04
    Pekanbaru Terbaik di Sumatera, Masuk 10 Besar Nasional Hasil TKA SMP 2026
  • 05
    PAD Pekanbaru Tembus Rp1,2 Triliun, Mendagri Tito Beri Pujian: Jadi Role Model Nasional
  • 06
    Job Fair Pekanbaru 2026 Siap Serap Ribuan Pencaker, Ini Jadwalnya
  • 07
    Banjir Jadi Fokus Utama, Pemko Pekanbaru Kerahkan Tim Hingga Tingkat Kecamatan


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

© 2021 wadahnews.com