Wadahnews.com– Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru mencapai 534 kasus hingga pekan ke-30 atau akhir Juli 2026. Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni mencapai 86 kasus.
Dari total kasus tersebut, satu warga dilaporkan meninggal dunia. Korban merupakan warga Kecamatan Tuah Madani.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Deddy Sambudi, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui faktor yang menyebabkan korban meninggal dunia.
"Satu orang meninggal dunia, warga Kecamatan Tuah Madani. Kita melakukan penyelidikan epidemiologi apa yang menyebabkan," kata Deddy, Rabu (12/8/2026).
Selain Tuah Madani, kasus DBD juga cukup tinggi di sejumlah kecamatan lainnya. Kecamatan Marpoyan Damai berada di urutan kedua dengan 85 kasus, disusul Kecamatan Bukit sebanyak 66 kasus.
Kemudian, Kecamatan Binawidya dan Tenayan Raya masing-masing mencatat 44 kasus. Selanjutnya Payung Sekaki 39 kasus, Rumbai 33 kasus, Rumbai Timur 32 kasus, Limapuluh 31 kasus, dan Kulim 28 kasus.
Sementara itu, Kecamatan Sail dan Rumbai Barat masing-masing mencatat 11 kasus. Senapelan dan Sukajadi masing-masing 10 kasus, sedangkan Kecamatan Pekanbaru Kota mencatat 4 kasus.
Deddy memastikan, saat ini tidak ada pasien DBD yang masih menjalani perawatan. Seluruh pasien yang sebelumnya dirawat telah dinyatakan sembuh.
"Untuk pasien yang dirawat tidak ada, sudah sembuh. Kami mengimbau masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS," terang Deddy.
Untuk menekan penyebaran DBD, Diskes Pekanbaru terus melakukan berbagai langkah pencegahan, di antaranya fogging dan pemberantasan jentik-jentik nyamuk di lingkungan yang ditemukan kasus.
Deddy juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan fogging. Upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan tempat tinggal dengan menjaga kebersihan serta memastikan tidak ada tempat yang berpotensi menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk.
Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah bersama untuk memutus rantai penyebaran DBD di Pekanbaru.***