Wadahnews.com– Kota Pekanbaru mulai menjadi pusat perhatian kawasan Asia Tenggara. Menjelang pembukaan Green Cities Mayor Council Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (GCMC IMT-GT) ke-9, para kepala daerah dan delegasi dari Indonesia, Malaysia, serta Thailand mulai berdatangan untuk mengikuti forum internasional yang akan berlangsung pada 5–7 Agustus 2026.
Kepercayaan menjadi tuan rumah forum bergengsi ini menjadi momentum penting bagi Pekanbaru untuk menunjukkan komitmennya sebagai kota yang terus bergerak menuju pembangunan hijau, berkelanjutan, dan berdaya saing di tingkat regional.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan para tamu dari berbagai daerah dan negara peserta telah mulai tiba sejak Selasa (4/8/2026). Bahkan, delegasi dari Malaysia menjadi rombongan internasional pertama yang menginjakkan kaki di Kota Bertuah.
"Tamu-tamu sudah mulai berdatangan hari ini. Tadi sudah ada juga delegasi dari Malaysia yang sudah datang," ujar Markarius.
Ia memperkirakan hingga Selasa sore sekitar 80 persen delegasi telah berada di Pekanbaru untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan GCMC IMT-GT ke-9.
"Sore ini kami perkirakan sekitar 80 persen delegasi GCMC IMT-GT ke-9 sudah sampai di Kota Pekanbaru," katanya.
Forum internasional tersebut akan diawali dengan Seminar IMT-GT bertema "Pembangunan Kota Hijau Berkelanjutan", yang mempertemukan para kepala daerah dan pemangku kepentingan untuk berbagi gagasan, pengalaman, serta inovasi dalam membangun kota yang ramah lingkungan.
Tak hanya berdiskusi, para delegasi juga dijadwalkan mengunjungi SMP Negeri 4 Pekanbaru dan Waste Station di RTH Putri Kaca Mayang sebagai bagian dari agenda memperkenalkan berbagai program unggulan Pemerintah Kota Pekanbaru di bidang pendidikan dan pengelolaan lingkungan.
Rangkaian kegiatan hari pertama akan ditutup dengan gala dinner di Rumah Singgah Tuan Kadi, salah satu ikon sejarah dan budaya Kota Pekanbaru yang akan menyuguhkan nuansa Melayu kepada para tamu mancanegara.
Pemko Pekanbaru optimistis pelaksanaan GCMC IMT-GT ke-9 tidak hanya berjalan sukses, tetapi juga menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan potensi daerah, memperluas jejaring kerja sama internasional, sekaligus memperkuat citra Pekanbaru sebagai kota modern yang terbuka terhadap kolaborasi global.
Forum ini diharapkan menjadi langkah penting bagi Pekanbaru untuk semakin dikenal di tingkat internasional, sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu kota yang konsisten mendorong pembangunan hijau dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.***